Lapas Tuban Gelar Screening

oleh
Para petugas medis saat memeriksa kondisi penghuni Lapas Tuban.

KILASJATIM.COM, Tuban – Lapas kelas II B Tuban bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban dan UPTD Puskesmas Kebonsari melakukan kegiatan screening terhadap pengunjung, penghuni dan pegawai Lapas IIB Tuban. Kegiatan tersebut dilaksanakan Kamis-Sabtu, 12-14 Maret 2020 dengan melibatkan 10 tenaga medis dan kader TBC di lingkungan Puskesmas Kebonsari.

Lilik Khoufah S, Kepala UPTD Puskesmas Kebonsari Tuban dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/03) menyampaikan, selain melakukan screening Tuberkulosis (TB) dan HIV, pihaknya juga melakukan sosialisasi pola hidup sehat dan penyuluhan penyakit menular serta penyakit Corona yang sedang viral.

“Jadi kami menyampaikan cara hidup bersih dan sehat untuk menghindari infeksi, juga tentang HIV meliputi pencegahan dan lainnya,” tutur mantan Kepala Puskesmas Klotok, Plumpang itu.

BACA JUGA: BNNK Tuban dan Aparat Gabungan Razia Tempat Hiburan Malam

Hasilnya, dari 177 yang sudah men-screening, pihaknya menyatakan ada dua orang dinyatakan reaktif. “Yang dinyatakan reaktif ini masih akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena pemeriksaan HIV tidak bisa sekali, minimal tiga kali,” sambungnya.

Jadi, lanjut perempuan berkacamata ini meneruskan, jika pemeriksaan pertama reaktif, dilanjutkan pemeriksaan kedua dan ketiga di RSUD dr. R Koesma. Sebab jika hanya sekali belum tentu positif.

Sementara itu, Siswarno, Kalapas IIB Tuban menambahkan, jika pihaknya menyambut baik kegiatan ini. Karena tidak hanya melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetapi juga pengunjung.

BACA JUGA: Awal Maret, Jalan Rusak di Tuban Segera Diperbaiki

“Tidak hanya yang di dalam Lapas saja, tetapi juga yang dari luar mau ke dalam juga menjalani skrining,” tuturnya.

Siswarno menyebutkan, total 353 WBP yang telah menjalani screening. Namun, hasil hari ini belum bisa diketahui. “Baru kemarin yang bisa diketahui hasilnya,” imbuh Siswarno.

Menurutnya, ini juga ada kaitannya dengan penyakit Corona, bahkan pihaknya mengaku telah memasang poster dan banner serta membagikan leaflet sebagai wujud sosialisasi. (hms/kj23)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *