Kursi Dirut Bank Jatim Kosong, Hadi Santoso Gagal di Fit and Proper Test OJK

oleh

Kepala OJK Kanwil Regional IV Heru Cahyono

SURABAYA, kilasjatim.com: –
Kursi atau jabatan Direktur Utama Bank Jatim Kosong. Nama Hadi Santoso yang sempat diusulkan menjadi Direktur Utama Bank Jatim pada RUPS ternyata batal dikukuhkan karena gagal di fit and proper test yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama satu calon direktur lainnya.

Kepala OJK Kanwil Regional IV Heru Cahyono menuturkan, seluruh calon komisaris dan direksi untuk bisa menempati posisinya harus melalui sejumlah proses. Di antaranya ialah fit and proper test untuk mengetahui kemampuan dan kepatutan calon.

“Ini prosesnya panjang. Setelah diputuskan oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) kemudian diajukan pada OJK untuk dilakukan fit and proper test,” tutur Heru Cahyono saat ditemui usai pelantikan komisaris dan direktur Bank Jatim.
Heru mengaku, dalam proses fit and proper test itu ada nama yang tidak lolos.

Pihaknya membenarkan bahwa salah satu nama yang gagal fit and proper test adalah Hadi Santoso. Ia mengaku banyak pertimbangan yang mendasari hal tersebut.

” Tentunya tidak lepas dari dua aspek yang dinilai, integritas dan aspek kompetensi. Kedua hal ini yang menjadi kriteria untuk dinilai apakah komisaris dan direksi ini bisa cocok sesuai kebutuhan. Otomatis posisinya kosong dari dua usulan itu. Dirut dan salah satu direktur. Sehingga akan ditunjuk pelaksana tugas,” tutur Heru usai pelantikan yang dilangsungkan Senin (28/10).

Untuk Pengisian dirut selanjutnya, Heru mengaku akan kembali mengikuti proses sesuai ketentuan yang berlaku. Ada dua alternatif yang bisa dilakukan Bank Jatim. Melakukan RUPS lebih dahulu kemudian fit and proper test atau fit and proper test kemudian RUPS

“Sama saja tergantung dari kebutuhan. Mau fit and proper dulu atau RUPS dulu sama saja. Tergantung mana yang lebih efisien dan mana yang bisa dilaksanakan,” ungkap Heru seraya menambahkan, untuk mengisi posisi yang sama ada masa jedah yang harus dilewati. Pengajuan kembali menurutnya baru bisa dilakukan sekitar 6 bulan yang akan datang.

Sebagaimana diketahui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melantik lima pimpinan baru manajemen Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) di Gedung Negara Grahadi kemarin, Senin (28/10).

Mereka adalah Heru Tjahjono sebagai Komisaris, Prof Mohammad Mas’ud sebagai Komisari Independen, Erdianto Sigit Cahyono Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko, Tony Prasetyo Direktur TI dan Operasi serta Basrul Iman Direktur Komersial dan Korporasi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, direksi dan komisaris yang dipilih telah melalui proses asesmen dari tim independen yang sudah disepakati. Menurutnya, ini adalah hasil terbaik atas apa yang sudah dilakukan bersama.

“Tentu, kita semua memiliki harapan besar dari semua prestasi yang sudah dicapai oleh PT BPD Jatim Tbk pada semester satu tahun ini. dalam catatan yang cukup baik dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu,” tutur Khofifah.

Kepada para direksi dan komisaris Khofifah memberi catatan, saat ini industri perbankan memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan, mengintroduksi dan mengintervensi perekonomian Jatim. Karena itu, sangat penting untuk bisa terus menstimulus pelaku-pelaku UKM, IKM dan koperasi di Jatim.

Diharapka Bank Jatim tidak sekadar bisa menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang signifikan. Tetapi juga memberikan multi player effect, seperti penyerapan tenaga kerja.

“Semakin banyak UKM dan IKM digerakkan, semakin banyak serapan tenaga kerja oleh pelaku UKM dan IKM. Tentu, pengembangan UKM dan IKM diikuti dengan keberseiringan ekonomi kreatif yang menjadi bagian sangat penting,” papar Khofifah. (kj4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *