Kursi Direktur Terisi, Wali Kota Madiun Harap Kinerja Apik Bank Daerah Makin Menjadi

oleh
Bambang Mukti Wibowo resmi menjadi Direktur Perumda.

KILASJATIM.COM, Madiun – Kinerja Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah bakal lebih solid ke depan. Pasalanya, jabatan penting yang sudah tiga tahun kosong telah terisi kini. Bambang Mukti Wibowo resmi menjadi Direktur Perumda mulai kini. Pelantikan Bambang berlangsung khidmat di Ruang 13 Balai Kota, Jumat (13/3).

Wali Kota Madiun, Maidi berharap hadirnya Direktur menjadikan Bank Daerah semakin maju dan berkembang. Bukan hanya soal kontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, juga dalam pelayanan kepada masyarakat. Seperti diketahui, Bank Daerah bukan perusahaan yang sepenuhnya berorientasi pada keuntungan.

Tetapi juga bergerak dalam pelayanan. Salah satunya, kredit murah bagi pelaku usaha. Pemkot memang menggelontorkan anggaran Rp 12 miliar kepada Bank Daerah untuk program kredit murah tersebut. Peminjam hanya dikenakan bunga 0,5 sebulan atau enam persen dalam setahun.

“Kalau kemarin kosong saja sudah berjalan seperti itu. Yang saat ini sudah lengkap ya harus lebih baik dari kemarin,” kata Wali Kota Madiun, Maidi.

BACA JUGA: Selesai Periksa Laporan Keuangan, BPK Pamit ke Wali Kota Madiun

Wali Kota menambahkan bank Daerah sekarang sudah sehat. Itu dapat dilihat dari nilai kredit macet yang semakin menurun. Artinya, perputaran uang di Bank Daerah sudah sehat. Namun, itu harus semakin ditingkatkan. Wali Kota mengaku akan berupaya memenuhi fasilitas pendukungnya.

“Perputaran uang di Kota Madiun harus bagus. Bank Daerah punya peran besar di dalamnya. Apalagi, jajaran direksinya sudah lengkap,” pesannya.

Direktur Utama PD BPR Bank Daerah, Ahmadu Malik, Dana Logistia menyebut kekosongan jabatan setingkat di bawahnya itu sudah sejak dirinya masuk 2017 silam. Artinya, sudah sekitar tiga tahun belakangan. Kekosongan lantaran pejabat sebelumnya sudah pensiun. Pengisian memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terdapat sejumlah proses yang harus dilalui.

‘’Prosesnya cukup panjang. Mulai pembentukan tim pansel (panitia seleksi), sosialisasi lowongan, hingga seleksi,’’ ujarnya.

BACA JUGA: Harlah NU ke-97, Wali Kota Madiun Harap Jadi Momentum Lahirnya Kader-Kader Ulama di Masa Depan  

Proses seleksi juga bertahap. Mulai seleksi administrasi, pelaksanaan tes oleh pansel, hingga fit and proper tes di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak heran, pejabat yang menempati juga bukan sembarangan dan telah teruji. Jabatan, kata dia, juga bukan dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Melainkan dari masyarakat umum.

“Karena mulai sekarang jabatan direksi sudah lengkap personelnya, saya berharap bisa menjadi sebuah teamwork yang solid untuk bersama-sama mencapai tujuan perusahaan. Ini penting karena tantangan ke depan semakin kompleks,” harapnya. (diskominfo/kj25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *