Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Debora Sulistya Rini, menjelaskan bahwa kenaikan wisman menjadi sinyal berlanjutnya pemulihan mobilitas wisata internasional meski belum terjadi secara merata. “Kenaikan kunjungan wisman ini terutama dipengaruhi pemulihan perjalanan dari negara-negara utama. Namun beberapa negara masih menunjukkan tren penurunan sehingga pergerakannya belum sepenuhnya stabil,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Tiongkok kembali menjadi penyumbang wisman terbesar pada Oktober 2025 dengan 9.798 kunjungan. Angka ini tumbuh signifikan, masing-masing 33,02 persen (m-to-m) dan 33,18 persen (y-on-y). Sementara itu, Malaysia justru mencatat penurunan tajam hingga -37,16 persen secara bulanan dan -25,82 persen secara tahunan, dengan total 6.687 kunjungan. Debora menyebut tren penurunan dari Malaysia dipengaruhi faktor musiman serta perubahan preferensi perjalanan.
Negara lain yang mencatat pertumbuhan tinggi adalah Thailand, yang melonjak 128,01 persen (m-to-m). Wisman asal Taiwan juga menunjukkan peningkatan kuat dengan pertumbuhan 40,98 persen secara tahunan.
Secara keseluruhan, 10 negara utama penyumbang kunjungan—Tiongkok, Malaysia, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Thailand, Jepang, India, Perancis, dan Hongkong—mencatat total 22.205 kunjungan, berkontribusi 75,18 persen dari seluruh wisman yang tiba pada Oktober 2025.
BPS Jatim menilai tren positif wisman perlu diimbangi penguatan sektor wisata domestik agar pemulihan pariwisata Jatim dapat berlangsung lebih seimbang.(yon)