KSB Tanamkan Cintai Bumi Sejak Dini

oleh

Surabaya,  kilasjatim.com: Ada banyak cara untuk mengajak anak-anak untuk mencintai bumi sejak dini. Salah satunya mengajak anak berkreasi dengan bahan-bahan dari sampah.

Belasan anak dari berbagai usia dan jenis kelamin tampak asyik berkarya scrapcycle di sebuah ruangan kuliah di Kampus Fisip Universitas Bhayangkara, Minggu (18/03/2018).

Dipandu oleh Tya Fitria yang juga merupakan dosen dan aktivis Komunitas Sahabat Bumi, belasan anak tersebut asyik menyusun berbagai sampah seperti kulit kacang, bekas plastik mie instan menjadi aneka bentuk kerajinan tangan.

“Dengan mengenalkan aktivitas mengolah sampah sejak dini, saya berharap anak-anak akan lebih mencintai bumi. Minimal mau membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah berdasar jenisnya,” papar wanita cantik ini.

Scrapcycle merupakan 1 dari 10 workshop yang digelar Komunitas Sahabat Bumi (KSB) bersama Ubhara dalam rangka memperingati hari Peduli Sampah Nasional (Pesan 2018).

“Ada beberapa workshop lain seperti pembuatan sabun dari Jelantah yang dipaparkan oleh Kristien dari Rumah Hijau, toga atau Jamu yang dipresentasikan oleh dr Ami dan masih banyak lagi yang kami hadirkan,” jelas Rudy Hadi, ketua Panitia Pesan 2018 KSB.

Acara workshop ini merupakan penutup Pesan 2018 yang bertema sustainable living setelah pada hari Sabtu kemaren digelar seminar ditempat yang sama.

“Untuk seminar kami hadirkan antara lain Dik Doang, artis yang juga aktivis lingkungan serta A. Dudi Krisnasi seorang Keloris Dunia,” imbuh Rudy.

Daun Kelor, terang Dudi, merupakan keajaiban dunia pengobatan karena memiliki manfaat untuk kesehatan yang luar biasa namun belum dimaksimalkan oleh bangsa Indonesia. Justru pihak asing yang sangat agresif menggarapnya.

World Economic Forum menyakini KELOR akan menjadi SuperFood yang menolong umat manusia. Namun Dudi menyayangkan masih ada yang percaya kisah mistis Kelor dan video tidak jelas yang mengatakan Kelor berbahaya untuk ginjal dan kesehatan manusia. Sedang FAO dan WHO merekomendasikan Kelor sebagai salah satu sumber nutrisi balita 6 bulan.

“Itu lah mengapa kami menggagas REVOLUSI NUTRISI yaitu menjadikan Kelor sebagai sumber asupan nutrisi harian Bangsa Indonesia dan meningkatkan nilai gizi makanan dan minuman generasi muda Bangsa Indonesia,” papar Dudi. Kj5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *