MKILASJATIM. COM, Malang – Berdasarkan penelusuran yang dilakukan pada video pembullyan di makam terhadap siswa laki-laki. Diketahui motifnya fitnah, yang dituduh pada Al pelajar kelas tujuh, SMP swasta Kota Malang.
Pembullyan terjadi di Makam Sukun Gempol RT 07, RW 09, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Jumat (7/11/2025) lalu, baru diketahui setelah video nya beredar di grup whatsapp.
“Dia menyembunyikan sakitnya. Tidak bilang, saat tidur ditutupi bantal. Tahunya pas membersihkan kamar ada tumpukan tisu di bawah kasur dan minyak tawon yang habis. Padahal masih baru. Dari sana saya curiga,” kata Dyah Puspita ibu korban, saat dijumpai di rumahnya Jl. Sukun Gempol, Senin (17/11/2025).
Menurut pengakuan Al, ia dituduh menjelek-njelekkan Mar Padahal ia tidak kenal Mar. Ia juga tidak mengetahui prihal menjelek-njelekkan seperti apa yang dimaksud.
Tuduhan itu dilontarkan Riz, Fer, dan Wil teman sekampung Al yang juga kawan semasa TK. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Al diajak ke rumah Mar. Tapi yang bersangkutan tidak ada di rumah. Ketiganya, menggiring Al ke rumah nenek Mar dekat kuburan Sukun Gempol lokasi pembullyan.
“Jumat, habis Asyar pamit main sebentar. Habis magrib pulang, terus masuk kamar. Tidak keluar-keluar. Saya menyesal kok saya izinkan dia pergi,” ceritanya sambil menyeka air mata.
Selama ini, perempuan yang baru setahun setengah bekerja di pabrik, mengaku selalu kepikiran, anaknya jangan sampai menjadi pelaku dan korban pembullyan. Seperti yang banyak beredar di medsos. Sebab itu sejak SD kelas enam sampai sekarang putranya diikutkan bela diri, untuk menjaga diri.
Tapi, menghadapi pengeroyokan seperti itu, ia menyadari kepanikan anaknya yang membuatnya tidak melawan.
Awal di video Wil dan dipukul Riz , Al tidak keberatan. Karena dipukul bohongan. Sebab Al khawatir berhadapan dengan Mar yang badannya lebih besar. Tetapi, Riz memukul betulan. Mengenai kepala, mata, pipi, tengkuk punggung i jug di tendang oleh Fer.
Yang membuat ibu korban geram, sampai hari ini, pelaku dan keluarganya belum meminta maaf, datang ke rumahnya sebagai itikad baik. Selain itu, ibu satu anak ini mengaku tidak tega pada putranya yang mengaku masih sakit kepala dan tidak bisa tidur.
Sementara, pihak Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang yang berkunjung ke korban, berjanji akan menjadwalkan trauma healing bagi Al. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjungrejo, Abdillah, guna mendampingi korban. (TQI)









