KONI Jatim: Ardi Kurniawan Atlet Paralayang Potensial

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: KONI Jatim merasa kehilangan atas meninggalnya atlet Paralayang, Ardi Kurniawan. Atlet asal Kota Batu ini merupakan atlet potensial dan menjadi andalan Jatim di even nasional.

“Dia memang salah satu atlet paralayang terbaik Jatim. Dia masuk program puslatda untuk menghadapi PON 2020 DI Papua,” kata Kabid Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Irmantara Subagja kepada kilasjatim.com, Senin (2/10/2018).

Ardi merupakan salah satu atlet Jatim yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami ditemukan jasadnya di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Jasadnya ditemukan oleh Tim SAR, Senin (2/10/2018).

Dua rekannya, Reza Kambey dan Fahmi Ruddo masih belum ditemukan. Saat peristiwa gempa dan tsunami terjadi, ketiganya berada di hotel Roa-Roa, menanti pertandingan berikutnya.

Ketiga atlet paralayang puslatda Jatim itu, mengikuti kejuaraan Indonesia Open Paradigling XC FAI Cat 2 Palu Nomoni 2018 di Salena Nomoni Hills Site Paralayang, Kota Palu, 24-30 September.

Ibag, sapaan Irmantara Subagja, merasa kehilangan, karena Ardi memiliki segudang prestasi di cabor yang digelutinya itu. Prestasi terakhirnya adalah meraih 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu di PON 2016, Jabar.

Atas prestasinya itu, Ardi dinobatkan sebagai atlet terbaik paralayang. “Ardi juga dipanggil pelatnas Asian Games 2018. Sayang dia tidak terpilih di tim nasional paralayang,” ungkapnya.

Dengan kehilangan Ardi, tentu merugikan Jatim di PON Papua. KONI Jatim harus mencari penggantinya dalam tempo 2 tahun sebelum berlaga di PON Papua. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *