Kinerja Industri Keuangan Non Bank Jatim Tumbuh Baik

oleh
Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja Industri Keuangan Non Bank di Jawa Timur tumbuh baik, dengan pertumbuhan menunjukan kinerja yang dengan pendapatan Premi Asuransi sebesar 2,69% dan pertumbuhan Piutang Perusahaan Pembiayaan sebesar 4,62% serta  NPF yang terjaga dengan baik sebesar 1,85%.

Kemudian perkembangan Dana Pensiun juga baik yang tercermin dari pertumbuhan asset bersih dan investasi masing-masing sebesar 12,58% dan 12,01%. Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono juga menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah melakukan upaya yang masif dan intensif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

“Di HUT ke 8 OJK, telah memberikan edukasi kepada masyarakat dilaksanakan melalui 142 kegiatan sosialisasi dengan peserta edukasi sebanyak 24.145 peserta yang terdiri dari berbagai profesi, pelaku UMKM, pegawai, pelajar, akademisi dan ibu rumah tangga,” ujar Heru Cahyono kepada media di Surabaya, Senin (25/11)

Sementara itu upaya peningkatan inklusi di Jawa Timur sampai dengan triwulan 3-2019 dilakukan melalui: Pendirian 15 LKMS Bank Wakaf Mikro di beberapa lokasi pondok pesantren untuk memberdayakan ekonomi masyarakat miskin di sekitar Pondok Pesantren dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir,

BACA JUGA: Pemprov Jatim Bersama OJK dan Bank Jatim Canangkan Gerakan One Student One Account

Kemudian perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Program LAKU PANDAI) mengalami peningkatan sebesar 53,84% dengan jumlah agen sebanyak 204.087 agen. Peningkatan pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp17,9 T dan merupakan peringkat ke 2 terbesar dalam penyaluran KUR secara nasional dengan NPL hanya sebesar 0,02%.

Dalam rangka menjaga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Jawa Timur, OJK Regional 4 Jawa Timur juga menjalankan fungsi perlindungan konsumen melalui penanganan pengaduan nasabah sebanyak 1.872 pengaduan. Kemudian memberikan pelayanan SLIK kepada masyarakat sebanyak 5.684 pemohon.

Lalu peningkatan peran Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Jawa Timur dalam merespon maraknya penawaran investasi illegal di berbagai daerah. Terbukti merugikan masyarakat dengan kegiatan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media baik on-air maupun off-air. (kominfo/kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *