Khofifah Ajak Ganti Karangan Bunga dengan Pohon Hidup

oleh -432 Dilihat
Gubernur Khofifah mengajak untuk bersedekah okosigen dengan menanam pohon yang mampu menyerap karbondioksida dan memberikan oksigen bagi manusia. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak mengganti kebiasaan mengirim karangan bunga dengan memberikan pohon hidup yang lebih bermanfaat jangka panjang. Ajakan ini diungkapkan saat Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang dipusatkan di Glagah Arum, Lumajang.

Ia berharap dalam peringatan ini, gerakan menanam pohon menjadi budaya baru masyarakat. “Manfaat pohon jauh lebih panjang dibanding bunga papan yang hanya bertahan sebentar,” katanya dalam sambutannya, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan pentingnya kesadaran kolektif menjaga lingkungan untuk mempercepat target nasional menuju net zero emission. Khofifah optimistis Jawa Timur bisa mencapainya lebih cepat dari target 2060 jika gerakan menanam dilakukan secara masif dan terarah. Ia juga mengingatkan potensi besar penanaman mangrove yang mampu menyerap karbon hingga lima kali lebih efektif dibanding tanaman lain.

Gubernur Khofifah mengajak warga menggantikan karangan bunga dengan pohon hidup. (Foto: Frizal/kilasjatim)

Mantan Menteri Sosial ini juga kembali mengingatkan ‘sedakah oksigen’ kepada warga dan peserta peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang memberikan manfaat universal dari menanam pohon. Khofifah menyebut mangrove dan cemara udang sebagai “sedekah oksigen” yang manfaatnya bisa bertahan ratusan tahun dan dirasakan semua orang tanpa memandang suku atau agama.

Tidak lupa, Khofifah mengingatkan perlunya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem jelang libur akhir tahun. Ia meminta warga mengikuti peringatan BMKG terkait hujan lebat, angin kencang, hingga potensi longsor, serta menghindari area pantai dan titik rawan lainnya.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, melaporkan bahwa penanaman pohon tahun 2025 telah mencapai sekitar 1.200 hektare atau setara 500.000 bibit. “Saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 30 ribu hektare hutan mangrove, hampir separuh dari total mangrove di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Desa Jebung Kidul Meriahkan Hari Pahlawan Lewat JJS dan Bazar UMKM “Ahad Ngerongi”

Ia juga menyebut inisiatif perdagangan karbon yang difasilitasi Pemprov Jatim mulai menarik investor dari Singapura dan Prancis, dengan potensi transaksi mendekati Rp 1 triliun. Menurutnya, peluang ini dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama kelompok tani hutan.

Jumadi turut memaparkan perkembangan penetapan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Lawu yang sedang menunggu SK Kementerian Kehutanan. Kawasan di Magetan dan Ngawi itu akan ditetapkan sebagai hutan konservasi dan dikelola Pemprov Jatim. Tahun depan, pemerintah menargetkan penambahan sekitar 2.000 hektare kawasan konservasi baru. (FRI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.