Ketua RT Jelaskan Sosok Dewi Astutik yang Ditangkap di Kamboja

oleh -636 Dilihat
Gembong narkoba jaringan Internasional,Dewi Astutik pemilik nama asli Paryatin (PA) (foto: Istimewa/kilasjatim)
KILASJATIM.COM, Ponorogo – Pelarian gembong narkoba kelas internasional asal Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya berakhir. Perempuan yang selama ini dikenal dengan nama Dewi Astutik tersebut ditangkap dalam operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), BAIS TNI, aparat Kamboja, dan Kedutaan Besar Indonesia di Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember 2025.

Namun fakta yang terungkap kemudian menyebutkan bahwa orang yang menjadi buronan bukanlah Dewi Astutik. Pelaku sebenarnya bernama Paryatin alias PA, warga Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo. Sementara nama Dewi Astutik merupakan nama adik kandungnya yang berdomisili di Desa Singkil, Balong. Informasi ini dibenarkan Ketua RT 1/1 Dusun Sumber Agung, Purnomo.

Menurut Purnomo, identitas asli tersangka sesuai KTP yang tercatat di wilayahnya adalah Paryatin. Ia mengungkapkan, warga tidak mengetahui pekerjaan PA selama berada di luar negeri. “Awalnya nggak ada pamitan secara jelas, cuma berangkat lagi. Masyarakat sini nggak ada yang tahu tujuannya kerja di mana,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Purnomo mengaku terkejut saat mengetahui penangkapan tersebut. Ia tidak menyangka bahwa PA—yang selama ini disebut dengan nama Dewi Astutik—ditangkap dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu dengan nilai mencapai Rp5 triliun. “Ya kaget, nggak mengira juga wong pamitnya dari rumah itu setahunya warga sini dia jadi asisten rumah tangga (ART) di Taiwan,” katanya.

Sebelum bekerja di luar negeri, PA diketahui sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak. Ia tinggal di Dusun Sumber Agung sejak 2009 setelah menikah, kemudian pada 2013 berangkat ke Taiwan. Dari foto dan tayangan televisi, Purnomo memastikan perempuan yang ditangkap itu memang sosok PA. “Kalau melihat di TV dan secara foto yang ditangkap itu ya benar itu orangnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Reog Ponorogo, Kolintang dan Kebaya Diusulkan jadi Warisan Budaya UNESCO

Pasca penangkapan, kondisi suami PA disebut sempat syok namun kini mulai membaik. Warga cenderung tidak banyak berkomentar karena khawatir memperburuk keadaan keluarga. Suami PA diketahui bernama Sarno dan bekerja serabutan.

Selama tinggal di Sumber Agung, PA jarang terlihat berinteraksi dengan tetangga. Warga memperkirakan ia kerap pergi ke rumah saudara atau orang tuanya di wilayah Kecamatan Slahung. “Dia itu juga jarang bersosialisasi dengan tetangga. Kami sama sekali nggak menyangka, saya sendiri pun kaget,” kata Purnomo.(ara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.