Kemendag Turunkan Tim Penetrasi Pasar  

oleh
Harga bahan pokok di Surabaya cukup stabil. (Ist)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membentuk tim penetrasi pasar hari besar keagamaan nasional untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Natal dan tahun Baru 2020.

Tim ini siap diterjunkan untuk menghadapi hari besar keagamaan nasional ke sejumlah daerah yang rawan terjadi gejolak harga menjelang akhir tahun. Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto mengatakan, kebijakan ini dilakukan demi menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Selanjutnya meyakinkan masyarakat bahwa Kemendag akan menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok.

Kemendag seminggu sebelun hari Natal 2019 akan inten setiap hari mengawal bahwa bahan pokok betul-betul terjamin ketersediaannya. Jika ada gejala harga mulai naik maka tim penetrasi akan bergerak akan berkoordinasi dengan distributor setempat. Jika ada kekurangan tim akan berkoordinasi dengan tim pantauan harga dan stok untuk digerakan dan didistribusikan ke daerah lain yang kekurangan.

“Kegiatan ini dilakukan karena dikhawatirkan harga bahan pangan akan melonjak menjelang Natal hingga tahun baru 2020 karena meningkatnya permintaan,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto pada media usai Membuka  Indonesia Bagian Timur (IBT) Expo 2019  di Surabaya, Kamis (14/11).

BACA JUGA: Kemendag RI Support Aprindo Rangkul dan Pasarkan Produk UMKM

Menurut Suhanto, untuk stabilisasi harga dan ketersediaan di daerah akan dilakukan rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan penetrasi pasar yang akan melibatkan para pejabat eselon I Kemendag, tim penetrasi pasar serta pemerintah daerah/kota menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Hari besar keagamaan merupakan periode yang rawan mengalami gejolak pasar khususnya barang kebutuhan pokok akibat faktor peningkatan demand di masyarakat. Menjelang hari besar keagaan, yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Kemendag semakin meningkatkan sinergi dan koordinasi demi menjaga kecukupan stok pasokan dan harga barang kebutuhan pokok dalam rangka menjaga stabilitas harga.

Sementara berdasarkan data dari Siskaperbapo Disperindag Jawa Timur di pasar rakyat Surabaya, Jumat (15/11) bahwa harga bahan pokok (Bapok) cukup stabil. Harga beras rata-rata Jawa Timur untuk beras Medium Ir 64 Rp 9.500/kg, beras bengawan Rp 11.000/kg dan beras mentik wangi Rp 11.000/kg.

Gula pasir lokal rata-rata Rp 12.000/kg, gula-Ku Rp 13.500/kg, minyak goreng tanpa merek kualitas bagus rata-rata Rp 10.500/kg, minyak goreng Bimoli kemasan botol plastik Rp 12.500/liter. Daging sapi kualitas baik Rp 108.000/kg, daging ayam ras Rp 34.000/kg, telur ayam ras Rp 20.500/kg, Rp telur ayam kampung Rp 39.000/kg. (kominfo/kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *