Kemenag Surabaya Resmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

oleh
Wali Kota Risma saat memberikan sambutan dalam peresmian PTSP Kantor Kemenag Kota Surabaya.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Setelah melakukan percobaan selama tiga bulan, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya akhirnya meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang berlokasi di Jalan Masjid Agung Timur No. 4 Surabaya, Jumat (03/01/2020).

Acara peresmian ini sekaligus menjadi rangkaian ‘Hari Amal Bhakti’ Kemenag Kota Surabaya. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram beserta jajaran, serta Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Surabaya.

Selain itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga turut hadir dan ikut menandatangani langsung prasasti tanda peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram mengatakan, sejak dilakukan uji coba program PTSP tersebut, terjadi berbagai peningkatan jumlah pelayanan. Contohnya untuk pelayanan haji, sebelum adanya PTSP satu hari rata-rata 50 pendaftar, kemudian meningkat menjadi 215 pendaftar.

BACA JUGA: Gandeng KPRI Al-Ikhlas Kemenag Kota Surabaya, PT Kaffa Persada Properti Bidik Guru Madrasah

Sedangkan untuk umroh, satu hari rata-rata kurang dari 100 pendaftar, meningkat menjadi 300 pendaftar, bahkan lebih. Terlebih, karena diterapkan program ini, Kemenag Kota Surabaya sering dikunjungi berbagai kota/kabupaten hingga provinsi di Indonesia atas rekomendasi dari pusat.

“Kami berikhtiar seperti ini karena sadar dan tahu bahwa pemimpin Kota Surabaya (Tri Rismaharini, red), beliau adalah yang senang adanya inovasi baru dan senang melayani masyarakat dengan cara yang sangat sempurna,” kata Husnul dalam sambutannya.

Karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, terutama pada program gaji guru agama dan pembangunan rumah ibadah.

Husnul juga menjelaskan, bahwa setiap hari pihaknya mengeluarkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) rumah ibadah untuk mendapatkan bantuan dana.

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag Kota Surabaya.

“Apabila menerima bantuan dari pemkot (Surabaya), pemkot selalu meminta SKT-nya. Siapa yang mengeluarkan SKT? Yang menandatangani adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya dan itu hampir setiap hari ada yang mengurus SKT,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku senang dengan diresmikannya PTSP ini. Menurut dia, jika tidak ada inovasi, maka akan tertinggal dengan perubahan itu sendiri. Dan jika sampai tertinggal, maka hanya akan menjadi penonton.

“Akhirnya jadi penonton, kenapa? Karena perubahan itu diambil oleh orang lain dan suatu saat orang itu punya kekuatan, bisa kemudian mempengaruhi kita. Itu yang bahaya,” kata Wali Kota Risma.

Maka dari itu, Wali Kota Risma juga mengajak kepada semua agar bergerak bersama untuk menyelamatkan anak-anak. Jika sampai peranan agama ini diambil oleh media sosial atau apapun, maka anak-anak akan kehilangan arah, sehingga tak tahu mana yang benar dan salah. Apalagi dengan maraknya informasi hoax yang beredar saat ini.

BACA JUGA: XL Axiata – Kemenag Kembangkan Digitalisasi Lewat Program Madrasah BootCamp Aliyah 4.0

“Mari kita bersama-sama supaya menyelamatkan anak-anak kita. Kita bisa berhasil tapi kalau anak-anak kita rusak atau anak-anak tidak sukses nggak berhasil, apa gunanya? Nggak ada gunanya,” tutupnya.

Dalam acara ini, Kemenag Kota Surabaya juga mengumumkan kuota ibadah haji Kota Surabaya tahun 2020 secara resmi sebesar 2999 orang. (hms/kj8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *