Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Jombang — Memasuki musim penghujan, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jombang mulai menunjukkan peningkatan. RSUD Jombang mencatat delapan pasien tengah menjalani perawatan akibat infeksi virus dengue, dengan mayoritas pasien merupakan anak-anak.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menjelaskan bahwa dari delapan pasien tersebut, lima di antaranya adalah anak-anak, sementara tiga lainnya merupakan pasien dewasa. Dua anak bahkan masih dirawat di ruang ICU karena kondisi yang belum stabil.
“DBD memang sangat identik dengan kondisi cuaca. Saat musim hujan tiba, nyamuk Aedes aegypti mudah berkembang biak karena banyak genangan air,” ujar Puji, Jumat (14/11/2025).
Puji mengatakan bahwa meskipun jumlah kasus saat ini belum setinggi musim hujan sebelumnya, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pola kenaikan kasus biasanya mengikuti intensitas curah hujan dan kebersihan lingkungan.
“Kasus kali ini relatif lebih sedikit dibandingkan musim kemarau, namun tetap kami antisipasi. Karena meskipun jumlahnya kecil, risikonya tetap tinggi terutama pada anak-anak,” jelasnya.
Menurutnya, siklus peningkatan kasus DBD cenderung terjadi setiap lima tahun. Tahun lalu menjadi periode dengan kasus tinggi sehingga RSUD Jombang kini fokus pada langkah pencegahan agar lonjakan serupa tidak terjadi lagi.
Sebagai bentuk antisipasi, RSUD Jombang telah menyiapkan tenaga medis tambahan. Mereka juga memastikan ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan kondisi DBD berat.
Di sisi lain, Puji mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah sederhana seperti menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas dinilai efektif dalam menekan perkembangbiakan nyamuk.
“Masyarakat sekarang sudah cukup paham cara penularan DBD. Kami harap kebiasaan hidup bersih tetap dijaga, terutama di lingkungan padat penduduk,” tegasnya.
Dengan meningkatnya curah hujan di wilayah Jombang, masyarakat diminta waspada terhadap gejala awal DBD, seperti:
-
demam tinggi mendadak,
-
nyeri sendi dan otot,
-
munculnya bintik merah pada kulit.
Gejala tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan medis segera agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.









