KILASJATIM.COM, Surabaya – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya memberikan respons positif terhadap gagasan yang disampaikan Arderio Hukom, bakal calon Ketua Umum KONI Surabaya, dalam agenda Sambung Roso Pegiat Olahraga Surabaya. Arderio mendorong penguatan pembinaan olahraga melalui kolaborasi sektor swasta dan optimalisasi program CSR lokal—pendekatan yang dinilai Kadin sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem olahraga yang profesional dan terintegrasi dengan dinamika dunia usaha.
Dalam pemaparannya pada Kamis malam (13/11/2025), Arderio menekankan pentingnya membuka ruang lebih luas bagi perusahaan domestik untuk berpartisipasi dalam pembiayaan olahraga. Ia menilai, pembinaan atlet dan pengembangan fasilitas tidak seharusnya sepenuhnya bergantung pada APBD, melainkan dapat ditopang oleh kemitraan strategis dengan sektor industri.
Wakil Ketua Kadin Surabaya Edra Brahmantya Susilo menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, Surabaya memiliki struktur industri yang kuat yang mampu mendukung kolaborasi jangka panjang antara dunia usaha dan komunitas olahraga.
“Gagasan yang disampaikan Arderio memberikan ruang dialog yang konstruktif antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas olahraga. Kadin Surabaya melihat potensi besar untuk memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan industri olahraga melalui kemitraan yang terencana,” ujar Edra di Surabaya, Jumat (14/11/2025).
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa per 2024 terdapat lebih dari 760 perusahaan industri menengah-besar yang beroperasi di Surabaya. Hal ini mencerminkan kesiapan dunia usaha untuk berkontribusi terhadap pembangunan olahraga secara terstruktur.
Selain itu, Surabaya mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan. Pada 2023, realisasi investasi asing (PMA) mencapai 677 proyek dengan nilai hampir Rp3 triliun, menandakan tingginya aktivitas ekonomi kota yang dapat membuka peluang pemanfaatan CSR untuk sektor olahraga.
Edra menambahkan bahwa dukungan sektor swasta tidak hanya terbatas pada sponsorship event, tetapi juga bisa hadir dalam berbagai bentuk lain, seperti:
-
pembinaan jangka panjang terhadap atlet,
-
pengembangan fasilitas olahraga,
-
kolaborasi riset dan inovasi,
-
dukungan terhadap startup sport-tech.
“Kami membuka diri untuk bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk inisiatif yang diusulkan Arderio Hukom. Pendekatan berbasis kolaborasi seperti ini bermanfaat bagi semua pihak,” jelasnya.
Kadin Surabaya menilai bahwa semangat membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan modern perlu didukung melalui penguatan kemitraan lintas sektor. Gagasan Arderio mengenai keterlibatan dunia usaha dalam pembinaan olahraga sejalan dengan fokus Kadin untuk mendorong kontribusi industri dalam pembangunan multisektoral di Surabaya.
Dengan kesiapan industri lokal serta komitmen pelaku usaha, Kadin Surabaya menyatakan kesiapannya berkolaborasi dalam berbagai program yang dapat memperkuat fondasi olahraga kota. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem olahraga yang kompetitif, modern, dan berdampak luas bagi masyarakat Surabaya.(FRI)









