JNE Salurkan 2275 Antigen dan 2720 Masker N95 untuk Pemkot Surabaya

oleh

Wali kota Surabaya Eri Cahyadi menerima bantuan yang disalurkan oleh JNE Surabaya berupa ribuan alat kesehatan untuk pelindung diri nakes. Diantaranya, 2275 alat tes antigen dan 2720 masker N95 di Balai Kota Surabaya Jumat (13/07/2021)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wabah Pandemi Corona (Covid-19) di Surabaya belum berakhir, per tanggal 22 Juli 2021 tercatat menunjukkan angka kasus aktif 11,499 (+892) selama PPKM darurat. Masih tingginya angka penularan tersebut membuat tenaga kesehaan (nakes) kewalahan. Bahkan alat kesehatan sebagai pendukung pelindung diri pun turut menipis.

Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya melalui kerjasama yang baik mendapatkan bantuan dari berbagai donatur, salah satunya adalah JNE Surabaya. Bantuan yang disalurkan oleh JNE Surabaya yaitu berupa ribuan alat kesehatan untuk pelindung diri nakes. Diantaranya, 2275 alat tes antigen dan 2720 masker N95.

“Alhamdulillah hari ini masyarakat Surabaya kembali mendapatkan bantuan, ada yang berupa sembako, ada alat kesehatan dan lain sebagainya. Semua itu insyaallah akan kami sumbangkan kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (23/7) di Balai Kota Surabaya.

Dengan adanya bantuan dari beberapa donatur tersebut, Eri menyambut baik dan mengucapkan banyak terima kasih selaku perwakilan dari masyarakat kota Pahlawan. Rencananya bantuan berupa sembako dan alat kesehatan itu akan disalurkan kepada masyarakat serta nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Sementara itu, Kepala Cabang JNE Surabaya, Ninil Indrasari menyampaikan bantuan yang diberikan kepada Pemkot Surbaya bukan kali pertama. Saat awal meledaknya pandemi Covid-19 di Bulan Maret tahun 2020, JNE Surabaya pun sempat menyalurkan bantuan berupa alat kesehatan senilai Rp 250 juta.

Dengan adanya bantuan ini pihaknya berharap dapat meringankan beban kerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Surabaya. “Tahun lalu di bulan yang sama kami memberikan bantuan alat kesehatan melalui Pemkot Surabaya. Kemudian, JNE kembali berkomunikasi dengan pihak pemkot dan menawarkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Ninil.

Tak lupa Eri mengingatkan kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat selama PPKM darurat berlangsung.

“Saya berharap dengan adanya waktu seminggu ini selama PPKM masyarakat dapat bekerjasama agar penularan Covid-19 turun. Setelah angka penularan turun kita bisa menggeliatkan perekonomian kota ini lagi,” tutur Eri. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *