Jelang Puasa dan Lebaran 2020, Kemendag Kawal Stabilisasi Harga Bapok

oleh -918 views
Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

KILASJATIM.COM, Jakarta –  Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menegaskan komitmen jajaran pemerintah, terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag), untuk siap mengawal harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Lebaran 2020.

Hal  ini  guna mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat terhadap bapok. Hal  tersebut  disampaikan  Mendag  usai  menggelar  Rapat  Koordinasi  Nasional  (Rakornas)  Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran di Jakarta, awal Maret 2020

“Beberapa  minggu  lagi  kita  akan  menghadapi  bulan  puasa  dan  Lebaran  yang  biasanya  terjadi peningkatan  permintaan  masyarakat,  terutama  bapok,  yang  dapat  berdampak  pada  kenaikan harga. Untuk itu, kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat  menjalankan  ibadah  dengan  tenang,  tanpa  terbebani  naiknya  harga  pangan  atau kelangkaan barang,” ujar Mendag dalam Rilisnya, Kamis (5/3).

Rakornas  ini, lanjut Mendag, merupakan langkah pemerintah mengidentifikasi kesiapan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga bapok menjelang bulan puasa dan Lebaran. Melalui rapat ini juga diidentifikasi kecukupan stok bapok di daerah-daerah. Setelah Rakornas, selanjutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi ke daerah-daerah (rakorda) dan pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog, dan distributor di 34 provinsi.

BACA JUGA: Mendag Lepas Ekspor Rumput Laut Ke Tiongkok

Program tersebut akan dilaksanakan pada minggu ke-2  bulan Maret hingga minggu ke-2 bulan April  2020 mendatang. Kemendag akan menurunkan Tim Penetrasi Pasar ke 205 pasar pantauan di 82 kabupaten/kota untuk mengawal kelancaran dan kecukupan stok/pasokan bapok di pasar rakyat.

Mendag  menjelaskan, apabila ada potensi kekurangan pasokan, maka tim akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perum Bulog, satgas pangan, serta para pelaku usaha barang kebutuhan pokok untuk segera melakukan suplai langsung kepada para pedagang yang ada di pasar.

Mendag menekankan, agar pasokan dan harga bapok tetap terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya, diperlukan sinergi langkah dan upaya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, beserta pelaku usaha pangan.

“Saya mengapresiasi kerja sama dan koordinasi kita dalam mengendalikan tingkat inflasi kelompok bahan makanan dalam tiga tahun terakhir. Inflasi dapat terkendali di bawah 5 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem yang cukup mengganggu kelancaran produksi dan distribusi pangan khususnya tahun 2019 lalu,” pungkas Mendag. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.