Jelang PPKM di Surabaya, PDOI Jawa Timur Bagikan Ratusan Masker & Hand Sanitizer Ke Warga Masyarakat

oleh

Daniel Lukas Rorong (Humas PDOI Jatim) saat membagikan masker dan hand sanitizer pada masyarakat, termasuk ojol dan pengendara motor yang melintas, Minggu (10/1).

KILASJATIM.COM, Surabaya — Sehari jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur membagi-bagikan 300 masker, hand sanitizer dan makanan di sejumlah titik di Surabaya, Minggu (10/1).

Diantaranya di traffic light Jl Adityawarman, traffic light Diponegoro, traffic light Raya Nginden, depan Cafe Prajurit di Jalan Adityawarman dan di depan outlet Kopi Tiga Konglo di kawasan Hayam Wuruk.

Sasarannya tak hanya ojol (ojek online), tapi juga sopir bemo, tukang becak, satpam, pedagang keliling dan pengendara motor yang melintas.

Daniel Lukas Rorong, Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia” (PDOI) Jawa Timur, mengatakan, aksi sosial ini sengaja digelar dalam rangka membantu masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, khususnya kebiasaan penggunaan masker serta mencuci tangan dengan hand sanitizer.

Khususnya pengemudi ojol (ojek online), Daniel mengharap agar rekan-rekan tetap senantiasa memakai masker selama menjalankan orderan, baik pengantaran orang maupun barang serta makanan.

Daniel juga menghimbau agar selama penerapan PPKM, kebiasaan cangkruk di warung kopi atau bergerombol sembari menunggu orderan tidak lagi dilakukan.

“Selain untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 agar tidak lagi meluas, juga untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga di rumah,” tegas Daniel yang menjadi salah satu penggugat Permenhub 108/2017 yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung.

Ditambahkan, aksi sosial ini sendiri akan rutin dilakukan sampai 20 Januari 2021 mendatang dengan titik lokasi yang berpindah-pindah di wilayah Surabaya.

Sementara itu, Taufik, ojol asal Ketintang bersyukur saat menerima pemberian masker, hand sanitizer serta makanan.

“Alhamdulillah, maskernya bisa saya pakai bergantian,” ujar Taufik yang sudah menjalani profesi ojol sejak 2016.

Untuk diketahui, pada 11-25 Januari 2021, akan diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia.

Khusus untuk Jawa Timur, ada 11 Kabupaten/Kota yang melaksanakan PPKM.

Diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Batu, Lamongan, Blitar, Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Ngawi. (kj4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *