Jelang Nataru, Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu/kg, Harga Pangan Lain di Surabaya Stabil

oleh -365 Dilihat
(Foto: Ilustrasi-dok/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berbagai bahan kebutuhan pangan mengalami lonjakan, salah satunya cabai rawit di Surabaya yang makin ‘pedas’ Rp 70 ribu/kilogram atau mengalami kenaikan signifikan sejak akhir November hingga saat ini.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya mencatat harga cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilogram, naik signifikan dari kisaran Rp42–46 ribu pada akhir November. Menurut Antiek, tren serupa terjadi di banyak daerah akibat cuaca ekstrem yang memicu gagal panen.

“Sampai ada daerah yang tembus Rp100 ribu per kilogram. Faktor cuaca menyebabkan banyak tanaman rusak,” Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti, Jumat (12/12/2025).

Sebaliknya, harga cabai merah besar relatif stabil, hanya naik tipis dari Rp44 ribu ke Rp47–48 ribu per kilogram.

Mengantisipasi lonjakan harga, Pemkot Surabaya menyiapkan strategi jangka pendek dengan membagikan bibit cabai rawit kepada kelompok tani dan warga. Total 25.000 bibit dibagikan sejak Agustus hingga awal September dan kini sebagian besar telah dipanen.

Antiek menjelaskan langkah ini efektif mengurangi ketergantungan pasar. “Dua pohon saja sudah cukup memenuhi kebutuhan harian. Hasil panennya beragam, ada yang mencapai satu kilo lebih dari polybag,” ujarnya.

Selain cabai, harga komoditas lain cenderung terkendali. Daging ayam ras berada di kisaran Rp37 ribu per kilogram, sedikit naik dari November. Sementara harga telur ayam stabil pada Rp28 ribu per kilogram.

“Secara prinsip, hanya cabai rawit yang naik cukup tinggi. Ketersediaan pangan kita aman menghadapi Nataru,” kata Antiek. Ia mengimbau masyarakat tidak berbelanja berlebihan agar tidak terjadi penimbunan dan menghindari food loss.

Baca Juga :  PLN Tingkatkan Kualitas Keandalan Listrik Aman Jelang Nataru

Dalam waktu dekat, pemkot akan melakukan inspeksi harga dan ketersediaan bahan pokok, sekaligus memeriksa keamanan produk pangan. Pemantauan dilakukan terhadap 12 komoditas penting, seperti daging sapi dan ayam, kedelai, bawang-bawangan, gula, minyak goreng, hingga aneka cabai.

“Kami memastikan harga tetap terkendali dan tidak ada barang kedaluwarsa yang dijual menjelang Nataru,” ujar Antiek.

Ia kembali mengingatkan masyarakat membeli bahan pangan secukupnya. “Insyaallah ketersediaan aman, jadi belanjalah bijak dan seperlunya saja,” tutupnya.(cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.