Jelang Iduladha, Anak-anak di Probolinggo Diberi Penyuluhan Ternak Kurban yang Sehat

oleh -326 Dilihat

KILASJATIM.COM, Probolinggo – Jelang Idul Adha 1445 Hijriyah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sejak dini kepada siswa SD, SMP, SMA, SMK maupun sederajat di Kabupaten Probolinggo.

Selasa (11/6/2024), KIE ini diberikan kepada siswa dan siswi di SMKN 1 Dringu. Selanjutnya, kegiatan serupa juga digelar di SDN Kedungdalem 1 dan SDN Kedungdalem 2 pada Rabu (12/6/2024), SMPN 1 Dringu dan SMPN 2 Dringu pada Kamis (13/6/2024) serta SDN Pabean pada Jum’at (14/6/2024). Kegiatan ini diikuti 50 siswa dan siswi SD kelas 4 sampai 6 serta siswa dan siswi SMP kelas 7 sampai 9 di masing-masing satuan pendidikan.

Plt Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memberikan KIE terhadap anak sekolah, memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap pentingnya pemilihan ternak kurban yang benar, sehat dan sesuai kriteria, sehingga diperoleh daging yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

“Selain itu bisa membedakan ternak kurban yang sehat atau yang sakit, daging yang bagus dan yang tidak baik. Sepatutnya siswa sejak dini bisa memahami ternak kurban yang memenuhi persyaratan. Dan ini merupakan ilmu baru bagi mereka,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh Nikolas Nuryulianto mengharapkan Idul Adha 1445 Hijriyah ini bisa menjadi salah satu pembelajaran kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Probolinggo untuk lebih perhatian kepada kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.

“Kegiatan ini bertujuan supaya generasi penerus bangsa mulai sejak dini mengerti dan memahami bahwa pada saat Idul Adha ternak yang sehat. Pada saat pelaksanaan Idul Adha ternak itu harus sehat dan produk pangan asal hewan pun juga harus layak untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Banyak Kendaraan Dinas Pemkab Sidoarjo Tak Dilengkapi BPKB, Kok Bisa?

Menurut Niko, kegiatan ini dimaksudkan agar ke depan supaya anak-anak SD, SMP, SMA, SMK maupun sederajat mulai sekarang mengetahui kalau pada saat Idul Adha itu ternaknya harus sehat dengan ciri-cirinya.

“Jadi sekarang sudah tahu cirinya sehat itu tidak sakit, tidak pincang, tidak patah dan tidak buta. Selanjutnya, bisa berdiri dan tidak loyo. Kalau produk pangan asal hewannya seperti dagingnya itu tidak ada cacingnya. Sebaiknya jangan dikonsumsi kalau dagingnya warnanya tidak sesuai dengan normalnya. Misalkan daging itu warnanya pucat. Itu jangan dikonsumsi,” jelasnya.

Niko menegaskan bahwa kegiatan ini untuk mengenalkan anak-anak generasi milenial sejak dini. “Semoga di tahun-tahun mendatang, KIE ini bisa dilaksanakan secara lebih luas lagi bukan hanya di Kecamatan Dringu, tapi bisa juga meluas ke tempat yang lainnya,” pungkasnya. (bkj)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.