Jatim dan Rusia Jajaki Kerja Sama Strategis Bidang Maritim dan Pendidikan

oleh -114 Dilihat
Foto: Humas Pemprov/kilasjatim

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan Penasihat Presiden Federasi Rusia, H.E. Nikolai Patrushev, bersama delegasi tingkat tinggi Dewan Maritim Federasi Rusia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (5/11/2025).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang maritim, pendidikan, dan sejarah diplomasi kedua negara.

Delegasi Rusia yang hadir antara lain Kepala Direktorat Kepresidenan untuk Kebijakan Maritim Nasional Sergey Vakhrukov, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, sejumlah wakil menteri, pimpinan korporasi strategis, dan akademisi universitas maritim.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai pertemuan ini membuka peluang kerja sama konkret di bidang investasi maritim, pembangunan galangan kapal, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta penelusuran sejarah diplomasi Indonesia–Rusia.

“Kami ingin menindaklanjuti kerja sama dengan Federasi Rusia, baik dalam investasi dermaga, pembangunan kapal, maupun peningkatan SDM di sektor maritim,” ujar Khofifah.

Khofifah menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai simpul logistik nasional, terutama dalam mendukung distribusi barang ke kawasan Indonesia timur. Sekitar 80 persen logistik ke wilayah timur Indonesia dikirim melalui pelabuhan di Jatim.

“Dari 39 jalur tol laut nasional, 21 di antaranya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak. Karena itu kami menyebut Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur maritim, Khofifah juga mendorong kerja sama pendidikan dan pelatihan kemaritiman guna menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.

“Kami membutuhkan SDM yang menguasai sektor maritim agar Jawa Timur mampu menopang kebutuhan nasional, terutama wilayah timur Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Lawan Perubahan Iklim, Gubernur Khofifah Gencarkan Aksi Tanam Pohon

Secara ekonomi, Jawa Timur menjadi motor pertumbuhan nasional. Pada triwulan II 2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,12 persen. Provinsi ini juga menyumbang 14,44 persen terhadap PDB nasional dan 25,36 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

“Potensi besar ini menjadi alasan kami terus membuka ruang kerja sama internasional, termasuk dengan Federasi Rusia,” tambahnya.

Selain kerja sama ekonomi dan maritim, delegasi Rusia juga mengusulkan pembangunan monumen persahabatan Indonesia–Rusia di Surabaya, untuk memperingati dukungan rakyat Rusia terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kami menyambut baik usulan pembangunan monumen ini karena menjadi pengingat hubungan historis kedua bangsa,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Penasihat Presiden Rusia Nikolai Patrushev menyampaikan bahwa Rusia memiliki hubungan historis yang erat dengan Indonesia sejak masa awal kemerdekaan. Ia mengusulkan pembangunan monumen di sekitar Kapal Selam Pasopati, Surabaya, sebagai simbol persahabatan abadi kedua negara.

“Kami ingin melestarikan kenangan tentang kerja sama erat antara Rusia dan Indonesia,” ujarnya.

Patrushev juga menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam bidang infrastruktur, pembangunan kapal, dan ekonomi maritim.

“Kami berterima kasih atas sambutan hangat di Surabaya. Kami yakin kerja sama dengan Jawa Timur akan saling menguntungkan,” pungkasnya.(FRI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.