ITTelkom Surabaya-ITS Gelar Pelatihan NVDA Untuk Difabel Tuna Netra

oleh -1.137 views

KILASJATIM.COM, Surabaya – ITTelkom Surabaya, ITS Surabaya, dan Motorola Solutions Foundation menggelar pelatihan NVDA (Non Visual Dekstop Access) untuk difabel tuna netra.

Sistem NVDA yaitu bagaimana mengoperasikan laptop dengan bantuan suara baik bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Sedangkan untuk mesin cetak huruf braille mengggunakkan MBC sehingga apabila ditekan print maka tampilan kertas secara otomatis menampilkan huruf braille.

Project Leader Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T mengatakan,
selama kurang lebih 4 hari sejak 23 hinga 26 Januari 2020, pihaknya melakukan pelatihan di SLB Aisyiyah Ponorogo, total peserta kurang lebih 18 orang. Disamping itu juga melakukan persiapan, seperti memastikan bahwa mesin cetak sudah terpasang serta memastikan ketersediaan jumlah laptop yang digunakan selama pelatihan.

“Anak-anak penyandang tuna netra ini langsung diperkenalkan secara satu persatu bagaimana menggunakan tombol aplikasi sehingga dapat dengan mudah menyesuaikan. Selanjutnya memastikan para siswa untuk bisa mencetak huruf braille dengan menggunakan mesin MBC,” kata Tri Arief.

Hadir ketua Yayasan dari SLB Aisyiyah Ponorogo, Lis, Kepala Sekolah SLB Aisyiyah spesialis tuna netra, Wahyu serta jajaran dari dinas Pendidikan kota Ponorogo.

Pelatihan bertema Workshop on Using Braille Embosser and Text Editor Software for the Blind and Visual Impairment Students, dijembatani Komunitas Gapai Indonesia yang bergerak di bidang kesadaran masyarakat terhadap anak-anak difabel, dimana salah satu Duta Difabel Gapai, Anfazul F Azizah yang terpilih mewakili Jawa Timur di Tingkat Nasional, salah satu volunter yang menjadi peserta workshop.

Pelatihan NVDA diikuti oleh 8 perwakilan mahasiswa dan mahasiswi dari masing-masing prodi yaitu Sistem Informasi, Teknik Industri, Teknologi Informasi, RPL, Teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer dan Teknik Elektro.

Kegiatan ini didampingi Wakil Rektor 1 ITTelkom Surabaya Dr. Tri Arief Sardjono, S.T., M.T sekaligus
Project Leader didampingi Dr. Ir. Hendra Kusuma, M.Eng., Sc dan Ir. Tasripan MT dari ITS, serta dibantu 2 dosen dari FTII dan FTE; Anfazul F. Azizah, S. Kom., M. Kom dan Nilla Rachmaningrum, S.T., M.T.

Pada hari terakhir, siswa mengikuti pegujian satu persatu tanpa didampingi para volunter.

“Hal ini diharapkan memastikan apa yang sudah kita ajarkan bahwa sudah 100% diterima dan berhasil dilakukan oleh para siswa.

Kegiatan ini merupakan bukti bahwa Kampus ITTelkom Surabaya sangat ramah kepada para difabel. Sehingga tidak menutup kemungkinan di semester depan akan merekrut anak-anak berkebutuhan khusus atau difabel untuk melanjutkan
study di ITTelkom Surabaya,” papar Tri. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.