Insentif Guru Ngaji Dinaikkan dan Cair Dua Kali, Ini Kata Bupati Salwa Arifin

oleh -61 Dilihat

KILASJATIM.COM, BONDOWOSO: Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menaikkan nominal insentif guru ngaji. Insentif tersebut biasa cair menjelang Idul Fitri.

Bupati Bondowoso, Salwa Arifin secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada belasan guru ngaji, di pringgitan pendapa bupati, Selasa (26/4/2022).

Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) Pemkab Bondowoso, Abdul Mufid mengatakan, jumlah guru ngaji penerima insentif sebanyak 5.865 orang.

“Termasuk diantaranya 200 merupakan guru minggu atau guru pengajar non muslim,” kata dia saat dikonfirmasi.

Menurutnya, selama proses validasi ada beberapa penerima telah meninggal dunia. Penerima tersebut digantikan dengan guru ngaji lain. Oleh karena itu jumlah penerima tetap sama dengan tahun kemarin.

“Jumlah penerimanya sama dengan tahun kemarin, tapi ada tambal sulam, seperti karena meninggal,” jelas Mufid.

Ia menambahkan, pencairan dilakukan dengan mentransfer ke seluruh rekening penerima. Sehingga penerimanya bisa mencairkan melalui ATM masing-masing.

Adapun dana untuk insentif guru ngaji sudah diproses. Artinya dana telah ditransfer ke rekening masing-masing guru ngaji.

“Totalnya mencapai Rp 6 miliar. Besok Rabu itu sudah bisa dicairkan,” imbuh dia.

Sementara Bupati Salwa Arifin mengatakan, memang jumlah penerima tetap sama dengan tahun kemarin. Namun nominal yang diterima semakin meningkat, dari Rp1,5 juta naik menjadi Rp1,750 juta.

Namun jumlah tersebut tidak diterima sekaligus, atau dibagi dua tahap. “Pertama diterima Rp1 juta, di PAK baru yang Rp750 ribu,” kata bupati..

Menurutnya, meski anggaran defisit pihaknya terus berupaya untuk menaikkan insentif guru ngaji. Sebab mereka yang mendidik anak-anak dan generasi muda Bondowoso. “Ini sudah maksimal bekerja bagaimana insentif bisa cair. Alhamdulillah, sekarang sudah cair,” jelas dia.

Bupati Salwa berharap agar guru ngaji di Kabupaten Bondowoso ke depan terus meningkatkan cara mengajar. Dengan menggunakan metode yang lebih praktis dan lebih baik.

“Ini kan memang belum ditata, metode yang dipakai tak sama. Sehingga ada yang cepat, ada yang agak lambat cara hasil ngajarnya,” jelas Bupati. kj5

No More Posts Available.

No more pages to load.