Inovasi Serat Kelapa Dorong Industri Mebel Gresik Lebih Efisien

oleh -278 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 20 pengrajin mebel rotan di Desa Gading Watu, Gresik, mulai mengenal teknik produksi baru berbasis limbah serat kelapa untuk mengatasi keterbatasan bahan baku dan meningkatkan daya saing.

Tantangan produksi dan keterbatasan bahan baku rotan mendorong 20 pelaku industri mebel tradisional di Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti, Gresik, mengikuti Pelatihan Produksi Mebel Rotan dengan Teknik Cetak Press Dingin Berbasis Serat Kelapa dan Resin. Pelatihan ini dipandu tim dosen Petra Christian University (PCU) sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.

Desa Gading Watu dikenal sebagai sentra mebel rotan sejak 1970-an, namun kini menghadapi tantangan global berupa persaingan harga, desain yang stagnan, efisiensi produksi rendah, serta semakin terbatasnya material rotan alami. Padahal Indonesia memiliki potensi besar limbah pertanian, terutama sabut kelapa yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.

Ketua tim, Dr. Adi Santosa, S.Sn., M.A.Arch., menjelaskan bahwa serat kelapa dapat menjadi pengganti material penguat yang lebih murah dan ramah lingkungan. “Serat kelapa memiliki sifat mekanis yang baik sebagai material penguat, ramah lingkungan, serta dapat diintegrasikan ke dalam produk kriya berbasis rotan,” terang Dr. Adi.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi material ini membuka peluang desain baru dan meningkatkan efisiensi produksi. “Hasil cetakan tersebut dapat diimplementasikan ke desain mebel baru, salah satunya seperti stool. Tujuan workshop ini adalah menunjukkan cara baru yang lebih praktis dalam mengolah bahan alam,” tambahnya.

Sebelum praktik lapangan, para pengrajin mendapatkan materi dari tiga dosen lain, yaitu Purnama Esa Dora (Interior Design PCU) yang memberikan pembekalan awal dan test, Josua Tarigan, Ph.D., CMA., CSRA. (Accounting PCU) yang memaparkan manajemen produksi dan bisnis, serta Prof. Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc. (Mechanical Engineering PCU) yang menjelaskan karakter material komposit serat kelapa – resin.

Baca Juga :  Launching 5 Program Baru, SBM PCU Sikapi Perubahan Dunia

Pelatihan ini bukan hanya memperkuat inovasi industri, tetapi juga mendukung pencapaian SDG 9 terkait industrialisasi berkelanjutan dan adopsi teknologi baru di sektor industri kecil. Selain itu, program ini turut mendorong SDG 8 dengan membuka peluang kerja serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal.

Dr. Adi menegaskan bahwa inovasi ini memiliki nilai strategis bagi masa depan pengrajin Gading Watu. “Inovasi material berbasis potensi lokal tidak hanya membuka dimensi desain baru bagi mebel rotan Nusantara, tapi juga menjadi pendorong strategis untuk memperkuat posisi komunitas pengrajin Gading Watu agar tampil lebih adaptif, berkelanjutan, dan kompetitif di pasar nasional maupun regional,” pungkas Adi.(tok)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News