Inovasi Digital BSI  Mobile, Kemudahan Layanan Bagi Nasabah Kendalikan Keuangan Dalam Genggaman

oleh -620 views

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bank Syariah Indonesia (BSI) memudahkan nasabahnya dalam bertransaksi, tanpa.tibet antri dan menunggu lama. cukup dalam genggaman semua keinginan untuk layanan BSI bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja Karena BSI Mobile menyediakan fitur tarik tunai tanpa kartu di anjungan tunai mandiri (ATM) BSI.

Ini pula yang dirasakan sebagai nasabah Bank BRI Syariah sejak 6 tahun lalu, Widiastutik (43 th) dengan penggabungan sekarang menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) tidak.merasakan adanya kesulitan dan bertransaksi. Terlebih lagi pemindahan dari buku rekening yang lama ke.yang baru tidak ribet yang mengharuskan dirinya harus bolak balik antri ke customer servise bank yang di maksud.

“Waktu ganti nama jadi BSI saya dibantu oleh CS dan disarankan agar pakai aplikasi BSI mobile Sebelumnya saya tidak gunakan aplikasi dan lebih memilih langsung ke bank atau ke ATM,” ujar Widya yang merasa sekarang lebih nyaman lagi fal bertransaksi tanpa harus ke bank .

Bahkan ibu dengan dua putra ini merasa dimana saja dirinya tidak merasa khawatir telat sholat, karena ada jadwal sholat BSI Mobile, fitur yang menunjukan jadwal sholat, lokasi masjid, arah kiblat yang disesuaikan berdasarkan lokasi.

Sebagaimana diketahui, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengubah skema migrasi nasabah dengan pemberlakuan secara digital dan otomatis dari rekening bank syariah legacy (BRI Syariah/BRIS dan BNI Syariah/BNIS) ke rekening BSI seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh pemerintah.

Perbaikan skema migrasi rekening terus kami lakukan dari sisi IT, jaringan dan layanan sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, dimana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan. Terkait mobile banking, nasabah ex-BRIS dan ex-BNIS agar memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat bertransaksi melalui mobile banking, karena mobile banking yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan.

Langkah ini sebagai bentuk komitmen BSI Go Digital sehingga nasabah dapat tetap aman dan nyaman dalam bertransaksi,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi

Guna dapat menggunakan fitur tarik tunai tanpa kartu di ATM BSI, nasabah diminta untuk aktivasi BSI Mobile yang dapat dilakukan dari rumah saja. Langkah aktivasi BSI Mobile ini sangat mudah yakni dengan download aplikasi BSI Mobile di Playstore atau AppStore dan registrasi melalui Whatsapp Business BSI atau call center 14040 kemudian nasabah akan menerima kode aktivasi BSI Mobile melalui SMS.

Selanjutnya, buka aplikasi BSI Mobile yang telah didownload dan klik sudah memiliki rekening, kemudian klik tombol aktivasi. Lantas, input nomor HP dan kode aktivasi kirim SMS verifikasi ke 3339, nasabah akan menerima SMS verifikasi berhasil. Selanjutnya buat PIN transaksi BSI Mobile dan buat kata sandi, aktivasi selesai. Melalui aktivasi BSI Mobile transaksi #dirumahaja makin lancar .

Disampaikan perseroan terus berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru lainnya di aplikasi BSI Mobile, seperti fitur paylater dan mitraguna online. Harapannya, layanan BSI Mobile menjadi lebih lengkap dan mendukung berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat di era digitalisasi.

Perseroan, kata Hery Gunadi , terus mengupayakan peningkatan keandalan sekaligus menambah fitur-fitur baru untuk memudahkan transaksi digital nasabah.

” PT Bank Syariah Indonesia Tbk. mencatatkan pertumbuhan pengguna mobile banking pada paruh pertama tahun ini. Per Juni 2021, jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 2,2 juta user dan transaksi BSI mobile mengalami pertumbuhan sebesar 113% secara tahunan,” katanya.

Per Juni 2021, BSI mencatat proses integrasi layanan dan migrasi rekening sudah mencapai tahap 45 persen dari target migrasi rekening seluruh wilayah yang akan selesai pada Juli 2021. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan pada Juli ini sekitar Rp64,3 triliun dengan total nasabah mencapai lebih dari 3 juta orang.

“Kami menyadari bahwa peran Bank Syariah Indonesia tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholders sehingga proses integrasi layanan dan migrasi rekening dapat berjalan baik, aman, nyaman dan tepat waktu. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mudah-mudahan pada 1 November 2021 semua sistem sudah terintegrasi dengan baik,” ujar Hery.

 

Dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking yang didesain untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

Melalui BSI Mobile, nasabah bisa menabung emas, gadai emas, membayar ZISWAF dan membeli hewan kurban. Bahkan, pengguna BSI Mobile dapat mengecek waktu sholat dan lokasi masjid terdekat. Melalui berbagai produk dan layanannya, BSI Mobile berupaya mendampingi nasabah sebagai sahabat finansial, sosial dan spiritual untuk memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi umat.

Adapun, dia menuturkan pasca peresmian pada 1 Februari 2021 lalu, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, secara bertahap melakukan proses migrasi yang dimulai dari wilayah Regional Sulawesi dan sekitarnya. Lalu dilanjutkan dengan regional Jawa Tengah, regional Aceh, serta regional Sumatera (Palembang, Medan, Padang dan kota lainnya).

Secara berurutan migrasi sistem akan dilaksanakan di wilayah Jakarta dan Bandung pada tanggal 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada tanggal 12 Juli untuk nasabah payroll, priority dan lainnya.

Secara keseluruhan, untuk nasabah ex-BRIS, auto migrasi akan dilakukan pada tanggal 21 Juli 2021, selanjutnya untuk nasabah ex-BNIS akan dilakukan pada 9 Agustus 2021. Di wilayah-wilayah tersebut, saat ini BSI telah melayani lebih dari 3 juta nasabah melalui lebih dari 350 kantor cabang yang menjangkau masyarakat baik di kota besar maupun sub-urban.

Dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking yang didesain untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

Nasabah melakukan request kode aktivasi BSI Mobile melalui Live Chat Aisyah pada situs BSI yaitu www.bankbsi.co.id atau via layanan whatsapp business BSI di nomor 0815 8411 4040. Kemudian, nasabah bisa mengunduh aplikasi BSI Mobile di App Store dan Google Play Store, pilih ‘Sudah Memiliki Rekening’ dan Klik ‘Aktivasi’.

Langkah selanjutnya, masukkan nomor HP dan Kode Aktivasi yang telah diterima Nasabah melalui SMS dan Kirim SMS verifikasi ke 3339 kemudian kembali ke aplikasi BSI Mobile, buat PIN Transaksi dan Kata Sandi. Aktivasi pun selesai dan nasabah bisa langsung bertransaksi.

BSI juga memberikan promo berupa cashback senilai Rp20.000 bagi nasabah migrasi yang telah melakukan aktivasi dan transaksi di BSI Mobile berupa top up e-wallet (Gopay, OVO, LinkAja, LinkAja Syariah, ShopeePay, Paytren, E- Money) atau pembelian token PLN dengan minimum transaksi Rp50.000.

Di saat yang hampir bersamaan, baru-baru ini BSI juga meluncurkan inovasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara online (digital onboarding) melalui fitur ‘Know Your Customer-Biometric’ di aplikasi BSI Mobile.

Dengan fitur anyar tersebut, calon nasabah BSI kini dapat membuka rekening tabungan dengan durasi kurang dari lima menit. Terobosan itu ditujukan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada para calon nasabah BSI. Melalui kehadiran inovasi digital tersebut, BSI menargetkan pembukaan rekening online mencapai 1 juta nasabah.

“BSI terus melakukan terobosan melalui berbagai inovasi digital, sebagai bagian dari langkah transformasi digital yang sudah dicanangkan sejak bank ini diresmikan pada 1 Februari 2021. Fokus kami adalah memberikan kenyamanan, kemudahan dan meningkatkan customer experience bagi nasabah melalui kanal-kanal digital yang kami hadirkan,” papar Hery.

Sementara itu, Hery juga menginfokan pencapaian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada semester I tahun 2021 sebesar Rp 1,48 triliun, atau mengalami peningkatan 34,29 persen, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,1 triliun.

Kenaikan laba pada semester I tahun ini dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas, sehingga biaya dana dapat ditekan. Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil yang tumbuh sekitar 12,71 persen secara.

“Pada semester I tahun 2021 sebesar Rp 1,48 triliun, atau mengalami peningkatan 34,29 persen, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1,1 triliun,” kata Hery Gunardi dalam paparan kinerja BSI untuk semester I tahun 2021, secara virtual di Jakarta, Jumat (30/07/2021)

Upaya meningkatkan kinerja pada tahun ini BSI fokus untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memanage coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional,.

Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,69 persen per Juni 2020 menjadi 13,84 persen per Juni 2021.

Dalam menjaga pertumbuhan ke depan, BSI akan terus meningkatkan kapabilitas digital. Pasalnya volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan II tahun 2021.

Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 persen . Jika dirinci, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun.

Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82 persen. Hal ini didorong oleh jumlah user mobile banking yang menembus 2,5 juta pengguna.

Sedangkan dari sisi bisnis, pada semester I 2021 BSI telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 161,5 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 11,73 persen dari periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 144,5 triliun.

Porsi terbesar disumbangkan segmen konsumer yang mencapai Rp 75 triliun atau setara 46,5 persen dari total pembiayaan. Adapun segmen korporasi sebesar Rp 36,7 triliun atau sekitar 22,8 persen. Kemudian segmen UMKM yang mencapai Rp 36,8 triliun setara 22,9 persen dan sisanya segmen komersial Rp 10 triliun atau sekitar 6,2 persen.

BSI pun tetap mampu menjaga kualitas pembiayaan yang positif. Terbukti dengan tren penurunan non performing financing (NPF) gross dari 3,23 persen pada semester I tahun 2020 menjadi 3,11 persen semestet I tahun ini.

Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, BSI juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 144,07 persen sampai semester I 2021. Sedangkan dari sisi liabilitas, penghimpunan DPK BSI sampai semester I 2021 mencapai Rp 216,36 triliun, naik 16,03 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp186,49 triliun.

‘Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81 persen dari total DPK. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester I 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun ini.
Dari total aset BSI sebesar Rp 247,3 triliun hingga Juni 2021. Torehan itu naik sekitar 15,16 persen. Pada periode yang sama tahun lalu total aset BSI mencapai Rp 214,7 triliun,” pungkas Hery. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.