iConASET 2025, Unusa Perkuat Peran Global dalam Pertukaran Ilmiah

oleh -277 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar International Conference on Applied Sciences, Education and Technology (iConASET) 2025. Konferensi internasional keempat ini mengangkat tema “Entering Society 5.0: Adaptation and Enhancement”, membahas kesiapan dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi menghadapi era masyarakat 5.0.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menegaskan meningkatnya jumlah partisipan dari tahun ke tahun menjadi bukti daya tarik iConASET di komunitas akademik internasional. “Alhamdulillah, sejak pertama kali mencetuskan iConASET, jumlah peserta, makalah, hingga pembicara terus bertambah. Melalui forum ini, Unusa tidak hanya menguatkan jejaring internasional, tetapi juga meningkatkan kontribusi publikasi ilmiah di jurnal bereputasi,” terang Jazidie.

Ia menambahkan, visi utama iConASET adalah menjadi ikon sekaligus aset bagi Unusa. “Saat pertama kali mencetuskan iConASET, kami ingin konferensi ini benar-benar menjadi icon dan aset bagi Unusa,” tambah Jazidie.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah paparan Prof. Shane Snyder dari Georgia Institute of Technology, USA. Ia mengangkat isu krisis air bersih dan sanitasi di negara berkembang. “Air bersih dan sistem sanitasi yang layak adalah pondasi kehidupan yang sehat, namun masih sering diabaikan,” tegasnya.

Isu tersebut ditanggapi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, yang memaparkan dua gagasan pengolahan air: mendaur ulang waste water serta filtrasi alami air laut melalui tanah. “Jadi, prinsipnya kita memanfaatkan air yang sudah terpakai. Dengan teknologi tertentu, air tersebut bisa diolah kembali sehingga memenuhi standar untuk digunakan kembali,” jelasnya. “Air laut dimasukkan ke tanah, kemudian dipompa dan diolah, sehingga kadar garamnya berkurang dan bisa menjadi sumber air bersih bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Pulihkan Kesehatan Mental Warga, Pemkot Kediri Sigap Lakukan Trauma Healing secara Komprehensif

Meski begitu, ia mengakui penerapan metode tersebut memerlukan dukungan besar. “Gagasannya sangat mungkin diterapkan, tetapi memang membutuhkan persiapan yang panjang serta dukungan resources yang memadai,” ujarnya.

Ketua pelaksana iConASET 2025, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., menuturkan antusiasme peserta terlihat dari banyaknya karya yang masuk. “Kami memiliki hampir 100 makalah yang akan dipresentasikan dalam konferensi ini. Para pemateri dan pembicara yang hadir berasal dari berbagai negara, tidak hanya akademisi dari universitas di Indonesia, tetapi juga dari Malaysia, Filipina, Taiwan, Polandia, dan Amerika Serikat,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh makalah telah melalui proses review dan diproses ke jurnal mitra. “Semua makalah telah diproses di jurnal-jurnal mitra, semoga berjalan lancar hingga tahap publikasi. Jadi, makalah tersebut kini tidak lagi berada di tangan komite,” katanya.

Jurnal mitra yang bekerja sama antara lain Letters in Applied Nano Bio Science (Q3), Biointerface Research in Applied Chemistry (Q3), Social Science and Humanities Open (Q1 SSCI), Lex-Localis: Journal of Local Self Government (Q2), Journal of Carcinogenesis (Q2), Special Issue dari penerbit Wiley, serta berbagai jurnal Unusa dan ARJUNU (Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal PTNU). “Melalui konferensi ini, kami mencakup berbagai disiplin ilmu, terutama kedokteran, ilmu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan teknologi,” tambah Fifi.

Dengan partisipasi akademisi lintas negara dan lintas disiplin, iConASET 2025 diharapkan memperkuat kontribusi Unusa dalam pengembangan ilmu pengetahuan global, sekaligus memberi rekomendasi strategis bagi penguatan pendidikan dan teknologi di era masyarakat 5.0.(tok)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News