KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Hujan deras disertai angin kencang menerjang empat desa di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan 18 rumah warga rusak, puluhan pohon tumbang, hingga tiang listrik patah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Empat desa terdampak masing-masing Desa Kedung Kembar, Kedung Sugo, Simogirang, dan Gedangrowo. Kerusakan paling parah dilaporkan di Desa Kedung Sugo, dengan total sembilan rumah rusak. Selain itu, tiga titik pohon tumbang ditemukan di Jalan Pandokan, Dusun Kedung Sugo, serta depan BUMDes WBT.
Di Desa Kedung Kembar, enam rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap milik Mindari, Juminah, Bunali, Sholeh, Lasio, dan Ulfa. Pohon tumbang juga sempat menutup akses depan BUMDes dan Balai Desa.
Sementara di Desa Simogirang, tiga rumah warga—milik Mujayati, Wanti, dan keluarga almarhum Subur—mengalami kerusakan. Satu tiang listrik di jalan utama desa roboh dan sempat membahayakan pengguna jalan.
Di Desa Gedangrowo, tidak ada rumah warga yang rusak, namun pohon tumbang di jembatan Serangan serta patahnya tiang listrik di depan sebuah madrasah ibtidaiyah menyebabkan aliran listrik di wilayah tersebut padam.
Kapolsek Prambon, AKP Sugiono, mengatakan bahwa kerusakan terjadi merata di sejumlah titik. “Banyak genting rumah warga yang beterbangan dan sejumlah pohon tumbang menutup akses jalan. Kami bersama petugas lain langsung melakukan penanganan cepat di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fasilitas umum juga ikut terdampak. “Atap seng BUMDes Kedung Kembar terlepas akibat kuatnya tiupan angin. Total ada 18 rumah terdampak berdasarkan pendataan di lokasi,” katanya.
Petugas gabungan dari BPBD Sidoarjo, Polsek Prambon, Koramil, Satpol PP, Linmas, dan warga setempat bergotong royong mengevakuasi material, memotong pohon tumbang, serta membersihkan sisa-sisa kerusakan.
PLT Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menuturkan bahwa cuaca ekstrem serupa juga melanda wilayah lain. “Hujan disertai angin kencang juga terjadi di Tulangan dan Wonoayu. Kami terus memonitor perkembangan dan memastikan penanganan cepat di tiap lokasi,” ujarnya.
Seluruh proses penanganan selesai sekitar pukul 17.30 WIB. Situasi di Kecamatan Prambon kembali aman dan terkendali tanpa adanya laporan korban jiwa.(dra)









