HSBC – PJI Sasar Anak Usia SD Edukasi Mengelola Uang Saku

oleh

Manager for West Region PJI, Anita Herawati saat mengedukasi  literasi keuangan salah satu anak di acara bertajuk  Funancial Day yang digelar HSBC – PJI di Royal Plasa Surabaya Minggu (15/03/2020).

KILASJATIM.COM, Surabaya –
Bank HSBC Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) saling menunjang memfasilitasi edukasi literasi keuangan untuk anak.

Di Surabaya kegiatan ini menyasar sekitar 60 anak sekolah dasar dari usia 7 – 12 tahun yang berasal dari 3  sekolah yang masing masing sekolah mengirimkan 20 anak didiknya di ajang edukasi literasi keuangan bertajuk Funancial Day yang digelar di Royal Plasa Surabaya Minggu (15/03/2020).

Manager for West Region PJI, Anita Herawati, mengatakan dalam kegiatan ini, anak anak  diperkenalkan sekaligus belajar mengelola keuangan dari uang saku yang diberikan orang tuanya.

‘Mereka belajar membuat pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan, menyadari pentingnya menabung serta berdonasi. Ada 4 konsep yang disasar dalam edukasi ini yakni bagaimana si anak mendapatkan uang, kemudian bagaimana dia menabung atau menyimpan dan membelanjakan serta  mendonasikan uang sakunya,” kata Anita saat di Royal Surabaya.

Di ajang ini anak selain di edukasi penggunaan uang dengan bijak juga diselipkan kebutuhan dan keinginan.  Dengan demikian anak semakin sadar dengan tidak habiskan uang jajan. Bahkan dari peserta edukasi ini sebagian ada yang berhasil membeli tas, laptop dan lain lain meski masih ditambahi uang dari orang tuanya lantaran uangnya kurang.

Dijelaskannya, dari kegiatan ini, mereka yang telah mengikuti acara serupa di beberapa kota lain menunjukkan peningkatan cukup pesat.

“Anak-anak jadi lebih mengenal dan memahami. Dari uang saku yang mereka dapat dari orang tua, uang tersebut ditabung untuk keperluan pribadi hingga berdonasi baik di lingkungan sekitar maupun sekolah, cara ini setidaknya memupuk empati si anak terhadap situasi dan lingkungannya,” jelasnya.

Sementara itu, Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, Robert Gardiner mengayakan, pemberian uang saku oleh orang tua kerap kali tidak disertai dengan tuntunan dan dorongan kepada anak untuk mengelola uang yang dimiliki. Selain faktor kebiasaan, terbatasnya media edukasi anak mengenai keterampilan ini juga menjadi penyebabnya.

“Edutech Anak Cerdas yang dapat dinikmati dengan mudah kini dapat menjadi opsi bagi orang tua untuk mulai menanamkan nilai-nilai finansial kepada anak. Pendekatan teknologi digital yang interaktif, aman, dan menyenangkan membuat pembelajaran pengelolaan uang yang komprehensif menjadi efektif dan mudah dipahami oleh anak-anak,” jelas Robert Gardiner.

Kehadiran program pembelajaran berbasis teknologi ini diharapkan dapat memfasilitasi orang tua dalam mengenalkan konsep dasar keuangan kepada anak dan membangun budaya pengelolaan uang yang bijak sejak dini di rumah.

Inovasi pendidikan yang dirancang untuk anak-anak usia sekolah dasar ini dapat diakses secara daring di www.anakcerdas.prestasijunior.org melalui komputer dan laptop.

Sebelum dikembangkan dalam versi daring pada akhir tahun 2018 lalu, Bank HSBC Indonesia dan PJI telah menginisiasi program Anak Cerdas digital versi luring di 67 sekolah dasar di 15 kota di Indonesia dengan proses pembelajaran menggunakan tablet.

Sejak tahun 2015 hingga 2018, program Anak Cerdas dengan konten dan desain yang mampu menggugah semangat berdiskusi di kelas ini berhasil meningkatkan pemahaman keuangan 15.000 anak dari kisaran 40 persen hingga 50 persen menjadi sekitar 80 persen.

Head of Corporate Sustainability Bank HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko menuturkan, dengan  akses tanpa batas, pihaknya  ingin manfaat edutech Anak Cerdas dapat menjangkau lebih banyak anak-anak Indonesia.

” Ini sudah jadi  komitmen dan kontribusi aktif Bank HSBC Indonesia untuk turut meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan. Kami meyakini literasi keuangan adalah salah satu keterampilan masa depan yang perlu dipupuk sejak dini agar anak-anak dapat menjadi generasi cerdas finansial yang mampu membuat keputusan keuangan dengan tepat saat dewasa nanti,” papar Nuni Sutyoko . (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *