Hepatitis Merebak, Jember Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa  

oleh

KILASJATIM.COM, Jember – Menjelang penghujung tahun 2019, Kabupaten Jember dilanda merebaknya penyakit yang disebabkan oleh virus. Yakni Hepatitis A.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember melaporkan, sejak 16 November hingga 25 Desember 2019 telah ditemukan 217 kasus.

Melihat jumlah dan persebaran penyakit yang telah mewabah tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak Kamis, 26 Desember 2019.

Kejadian Luar Biasa (KLB) merupakan salah satu status yang diterapkan di Indonesia. Status ini digunakan untuk mengklasifikasikan peristiwa penyakit yang merebak telah berkembang menjadi wabah penyakit.

Dari 217 kasus yang dilaporkan oleh Puskesmas di Kabupaten Jember, terdapat 82 kasus yang telah terkonfirmasi sebagai Hepatitis A. Sementara 135 kasus lainnya belum terkonfirmasi dari laboratorium.

Data yang dilaporkan pihak Puskesmas menyebutkan adanya peningkatan kasus wabah Hepatitis A sejak minggu ke-45 hingga minggu ke-51.

Rinciannya, minggu 45 sebanyak 9 kasus, minggu 46 sebanyak 19 kasus, minggu 47 sebanyak 23 kasus, minggu 48 sebanyak 27 kasus, minggu 49 sebanyak 30 kasus, minggu 50 sebanyak 32 kasus, dan minggu 51 sebanyak 40 kasus.

Dilihat dari wilayah persebarannya, tempat tinggal pasien Hepatitis A yang terdata di puskesmas berada di 19 wilayah Puskemas.

BACA JUGA: Atasi Masalah Hepatitis, Pemkab Jember Bersama Kementerian Kesehatan  

Dari 19 Puskesmas tersebut, Puskesmas Sumbersari mencatatkan angka tertinggi pasien Hepatitis A yaitu sebanyak 79 orang.

Setelah Puskesmas Sumbersari, Puskesmas Sukowono (44) dan Mangli (31) menempati urutan kedua dan ketiga.

Penyakit Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Virus ini menular melalui fecal-oral, yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar hepatitis A. Biasanya ditularkan oleh lalat yang menghinggapi tinja penderita hepatitis A.

BACA JUGA: Bupati Jember Serahkan Ratusan Buku Nikah Gratis  

Ciri-ciri seseorang menderita Hepatitis A ditunjukkan dengan demam yang tinggi, lesu dan lelah, mual dan muntah, tidak nafsu makan, mata dan pangkal kuku berwarna kuning, serta air kencing berwarna teh pekat.

Agar penularan Hepatitis A tidak semakin meluas, Dinas Kesehatan Kabupaten Jember mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Terutama penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah yang sehat. Kemudian buang air bersih di jamban yang memenuhi standar kesehatan.

Membudayakan mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, sebelum memasak dan menghidangkan makanan, setelah buang air besar dan kecil, dan berbagai kegiatan lainnya.

Tidak kalah pentingnya, masyarakat diminta untuk mengolah makanan dan minuman dengan baik dan sehat.

BACA JUGA: Takmir Masjid Jember Dapat Honor, Asuransi Kesehatan Hingga Beasiswa Anak Takmir  

Terkait dengan kejadian luar biasa ini, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat jika menemui tanda-tanda dan gejala sakit Hepatitis A.

“Kami berharap agar masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menjalankan pola hidup sehat,” ujarnya, Jumat 27 Desember 2019. (hms/kj16)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *