Hari Kedua Pasca Semeru Meletus, 499 Warga Masih Mengungsi di Tiga Titik

oleh -523 Dilihat
(Foto: Dok-Istimewa/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang menurun dibandingkan hari pertama, Rabu (19/11). BPBD Jawa Timur mencatat sebanyak 499 warga masih mengungsi di tiga lokasi di Kecamatan Pronojiwo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, mengatakan ratusan warga itu tersebar di SMPN 2 Pronojiwo (239 jiwa), SDN 4 Supiturang (91 jiwa), dan Masjid Supiturang (169 jiwa).

“Total pengungsi saat ini kurang lebih 499 jiwa. Angka ini masih bersifat sementara,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/11/2025).

Erupsi Semeru juga menyebabkan kerusakan cukup luas. Sebanyak 21 rumah warga rusak, SDN 2 Supiturang terdampak penuh, satu mushola rusak, serta 124 hewan ternak mati. Selain itu, lahan pertanian seluas 28 hektare dan jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun Gumukmas–Sumbersari tertutup material vulkanik.

Satriyo menambahkan, aroma belerang masih kuat tercium di beberapa titik dan mengganggu kenyamanan serta pernapasan warga di sekitar lokasi.

Dari total sembilan lokasi pengungsian yang sebelumnya dibuka, hanya tiga yang masih terisi. Selebihnya kosong karena warga dipindahkan ke titik pengungsian yang lebih aman atau telah kembali ke rumah masing-masing.

Rincian lokasi pengungsian yang masih terisi:

  • SMPN 2 Pronojiwo: 239 jiwa
    (180 dewasa, 12 anak, 8 lansia, 30 balita, 1 disabilitas)
  • SDN 4 Supiturang: 91 jiwa
    (64 dewasa, 7 anak, 13 lansia, 5 balita, 2 disabilitas)
  • Masjid Supiturang: 169 jiwa
    (122 dewasa, 39 anak, 7 lansia, 1 balita)

Pemerintah daerah masih memantau kondisi aktivitas Semeru dan menyiapkan langkah lanjutan jika terjadi peningkatan intensitas erupsi. Prioritas penanganan tetap pada keselamatan warga serta pemulihan wilayah terdampak.(cit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga :  Gunung Semeru Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.100 Meter

No More Posts Available.

No more pages to load.