Haornas, Pemprov Jatim Guyurkan Bonus Rp 5 M

oleh

Surabaya, kilasjatim.com: Peraih medali Asian Games 2018 benar-benar jadi miliarder. Setelah mendapat bonus dari Pemerintah, mereka menerima bonus dari Pemerintah Daerah nya masing-masing. Tak terkecuali atlet asal Jawa Timur (Jatim).

Bersamaan dengan momentum peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) XXXV di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, Rabu (19/9) pagi, bonus tersebut diserahkan kepada seluruh atlet Jatim yang berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu.

Jika pemerintah memberikan bonus Rp 1,5 miliar kepada peraih emas, pemerintah provinsi (pemprov) Jatim memberikan bonus Rp 200 juta untuk atletnya yang mendapatkan emas.

Total Pemprov Jatim mengeluarkan dana lebih dari Rp 5 miliar untuk memberikan apresiasi kepada para pahlawan olahraga yang berjaya di Asian Games 2018 tersebut. Rinciannya, Rp 200 juta untuk medali emas perorangan, Rp 66 juta untuk perak dan Rp 33 juta untuk peraih perunggu.

Bonus senilai Rp 133 juta diberikan kepada medali emas nomor ganda, serta Rp 43 juta untuk perak nomor ganda. Sementara bonus senilai Rp 100 juta diserahkan untuk peraih medali emas nomor beregu. Bonus Rp 33 juta untuk medali perak nomor beregu, dan Rp 16 juta untuk medali perunggu nomor beregu.

Selain atlet, Pemprov Jatim juga mengucurkan bonus kepada para pelatih. Nilainya: Rp 150 juta untuk emas, Rp 50 juta untuk perak dan Rp 25 juta untuk perunggu. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga dan pembina. Saya kira ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” kata Gubernur Jatim Soekarwo.

Soekarwo sangat bangga karena Jatim adalah daerah penyumbang emas paling banyak di Asian Games. Dari sembilan emas yang ditargetkan, atlet Jatim total meraih 12 emas di Asian Games 2018.

“Bayangkan, dari 31 cabor yang meraih medali, sembilan cabor berasal dari Jatim. Artinya Jatim sudah on the track,” ucap Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Dari 12 medali emas itu, enam di antaranya didapat dari nomor perorangan, yakni Eko Yuli Irawan (angkat besi), Jafro Megawanto (paralayang), Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat), Sarah Tria Monita (pencak silat), Tiara Andini (balap sepeda), dan Rifki Ardiansyah ArRosyid (karate)

Sementara enam medali emas lainnya diperoleh dari nomor ganda atau beregu, seperti Jafro Megawanto, Joni Efendi, dan Roni Pratama (beregu putra paralayang), Ihram dan Isadi Ardi (dragon boat), Rindi Supriyanto dan Abudzar Yulianto (sport climbing), Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi (tenis lapangan), Kevin Sanjaya (bulu tangkis) dan Syaiful Rijal (sepak takraw). (Bm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *