Menurut Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Liswanto, A.P., kolom abu yang muncul berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, bergerak condong ke arah barat daya. “Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” kata Liswanto seperti dikutip dari laman Magma ESDM.
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Dengan kondisi ini, Liswanto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak 8 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.
“Potensi perluasan awan panas dan aliran lahar bisa mencapai jarak 13 kilometer dari puncak,” jelas Liswanto.
Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Area yang menjadi perhatian utama adalah Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pihak berwenang akan terus memantau aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti informasi terkini dari sumber resmi demi keselamatan bersama. (den)