Gubernur Lantik Pejabat Eselon III Dinas Koperasi dan UKM, Bakesbangpol dan Balitbang Jatim

oleh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik pejabat eselon III di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), dan Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Jatim.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melantik pejabat eselon III di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), dan Badan Penelitian dan Pembangunan (Balitbang) Jatim.

Pada pelantikan ini gubernur berpesan di situasi pandemi Covid-19 saat ini agar pejabat eselon harus mampu melaksanakan fungsi manajeman secara tepat dan akurat, hal ini agar segala keputusan bisa menjadi efektif.

Gubernur meminta pejabat eselon III di lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Jatim agar segera melaksanakan tugas pemulihan ekonomi. “Memang hasilnya tidak bisa sekarang, namun penghitungan cepat dan akurat diperlukan mulai saat ini untuk kondisi ekonomi Jawa Timur di kemudian hari,” ujarnya usai melantik di Gedung Negara Grahadi, Senin (6/4).

Menurutnya, hari ini Bapak Wakil Gubernur Jatim, Emil elestianto Dardak, sudah melakukan penghitungan. Baik itu perhitungan berapa banyak yang terdampak di sektor transportasi, berapa banyak yang terdampak di sektor nelayan, pertanian dan peternakan. “Kalau kita tidak melakukan kegiatan manajeman yang cepat dan tepat maka keputusan kita tdk menjadi efektif,” katanya.

BACA JUGA: Gubernur Lantik 13 Pejabat Tinggi Pratama

Saat ini tim kuratif rumah sakit emmang sangat diperlukan. Namun pihaknya ingin mengedepankan tim promotif dan preventif. Oleh karena itu diharapkan Bakesbangpol untuk melakukan pendataan dan monitoring di ruang observasi dan isolasi.

Sementara untuk Balitbang diharapkan melakukan quick riset tertama terkait bagaimana bisa mengjitung dampak ekonomi dari situasi pandemi Covid-19. Dikatakannya, hasil dari telaah frekwensi menempatkan 4 posisi yang tergantung dg kecepatan dan format riset kita.

“Kita masih harus melakukan physicql distancing, bagaimana kita bisa melihat dampak sosial ekonomi, berapa anggaran yang sudah disiapkan pemprov, bagaimana kondisi industri setelah selesainya Covid19. Sebagai ketua gugus tugas penanggulangan penyebaran Covid-19, sayameminta Litbang untuk qiuck riset,” tuturnya. (kominfo/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *