Gubernur Khofifah Membuka Gelaran East Java Halal Agro Industry Festival Tahun 2022

oleh -127 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka gelaran East Java Halal Agro Industry Festival Tahun 2022 yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Novotel Samator, Surabaya, Selasa (20/9/2022).

Diikuti oleh 150 perwakilan yang terdiri dari kementerian lembaga, ormas, perguruan tinggi, pegiat halal, hingga industri dan IKM Jawa Timur. Festival ini digelar demi meningkatkan produktivitas dan daya saing produk halal di Jawa Timur.

Secara khusus Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas sinergi dan kerja kolaborasi berbagai elemen strategis yang berkomitmen untuk memperkuat industri halal dan untuk memperkuat kebangkitan perekonomian di Jawa Timur.

“Atas sinergi dan kerja kolaboratif yang kita bangun bersama, saya berharap bahwa forum-forum seperti ini bisa mempertemukan berbagai pikiran dan langkah strategis. Bagaimana industri halal menjadi bagian dari kekuatan yang bisa mendorong kita pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” katanya.

Di hadapan Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS Putu Rahwidhiyasa, Khofifah juga menyampaikan pentingnya financial support bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Karena kalau anggarannya kecil, maka upaya untuk mencapai target pemerintah di tahun 2023 sebanyak 10 juta produk IKM tersertifikasi halal juga sulit dicapai,” tegasnya

Dalam kegiatan East Java Halal Agro Industry Fest Tahun 2022 ini, Gubernur Khofifah juga melakukan pelepasan ekspor produk makanan ringan halal sebesar 5,8 ton oleh PT Manohara Asri dengan tujuan ke Yordania.

Juga pelepasan ekspor produk biskuit halal dari PT Mega Global Food Industry sebanyak 4,8 ton dengan tujuan ke Saudi Arabia.

“Saya berharap, pelepasan ekspor produk halal kali ini turut mendorong peningkatan ekspor produk halal Jawa Timur yang berkelanjutan, sehingga berdampak besar pada perekonomian Jawa Timur,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga Gubernur Khofifah didampingi Kepala Disperindag Prov Jatim menyerahkan sertifikat halal kepada 30 orang pelaku IKM yang dilakukan secara simbolis kepada 10 orang penerima.

Serta diserahkan pula penghargaan kepada Kab/Kota yang mendukung pengembangan halal yakni Kab. Malang, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan menyampaikan bahwa perdagangan pasar halal di Jepang meningkat 60 persen. Oleh sebab itu ini menjadi peluang yang harus ditangkap Jatim.

“Maka di sinilah pentingnya standarisasi produk halal. Karena saya yakin dengan produk yang terstandarisasi mampu meningkatkan nilai produk dan produktivitas. Inilah yang menguatkan ekosistem produk halal,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa ataseklh   perdagangan di Australia masih memerlukan produk halal dari Jawa Timur khususnya.

“Ada peluang besar dari perdagangan produk halal disana. Inilah yang membuat Jawa Timur harus bisa menjadi terdepan dalam hal industri halal,” pungkasnya. kj1

No More Posts Available.

No more pages to load.