Gubernur Jatim: Positif Corona 66 Pasien, 4 Orang Meninggal

oleh
Khofifah memberikan keterangan pers di Gedung Negara Grahadi, Senin (23/3).

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Jatim. Hingga 27 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 3781 orang, 267 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 66 positif Covid-19 (coronavirus).

“Jadi, total 66 orang yang positif Covid-19 di Jatim. Ada tambahan tujuh orang yang positif di Jatim hari ini. Yang sembuh ada 8 orang dan meninggal 4 orang. Ada empat daerah yang berubah warnanya jadi merah, yakni Situbondo, Lumajang, Jember, dan Kota Batu,” katanya kepada wartawan usai Konferensi Pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya seperti dilansir beritajatim.com, Jumat (27/3/2020) petang.

Gubernur merinci yang positif 66 orang di Jatim itu terdiri dari 33 dari Surabaya, 8 dari Malang Raya, 1 Kota Batu, 8 dari Magetan, 8 dari Sidoarjo, 2 Kabupaten Kediri, 1 Gresik, 1 Kabupaten Blitar, 1 Lumajang, 1 Jember dan 2 Situbondo.

Dari data tersebut, ada empat pasien yang meninggal, yakni 1 di Malang, 1 di Surabaya, 1 di Sidoarjo, dan 1 di Kediri.

BACA JUGA: Gubernur Khofifah Gelar Rakor Video Conference dengan 38 Kepala Daerah

Ada delapan yang sudah terkonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah sembuh. Yakni, satu dari RSU Saiful Anwar Malang, lima dari RSUD dr Soetomo Surabaya dan dua dari RSUA Surabaya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah pencegahan COVID-19.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Dardak memberikan pernyataan pers untuk update data kasus Covid-19 di Gedung Grahadi, Jumat (27/3/2020).

“Tetap menjaga jarak sosial, melakukan olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan yang baik atau jangan mengundang atau datang ke keramaian dulu. Jangan melakukan suasana yang menjadikan panik. Tempat wisata, hiburan malam, night club, diskotek segera ditutup. Masih banyak masyarakat yang rupanya tidak ikuti imbauan. Penyebaran Covid-19 ini jangan pernah dianggap sepele,” pungkasnya. (bjt/kj9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *