Gubernur Beri Pembekalan 685 Siswa Diktuk Bintara Polri di Mojokerto

oleh -1.894 views
Gubernur Jatim saat memberikan pembekalan pada siswa Diktuk Bintara.

KILASJATIM.COM, Mojokerto – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberi pembekalan kepada 685 siswa Diktuk Bintara Polri Tahun 2019 di Gedung Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Bangsal Mojokerto, Rabu (26/2).

Gubernur Jawa Timur yang pertama kali mengujungi SPN Mojokerto ini didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Luki Hermawan dan Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur, Heru Tjahjono serta jajaran OPD Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Khofifiah dalam arahan pembekalannya mengatakan, 685 siswa Diktuk  Bintara Polri Tahun 2019 yang rencananya akan dilantik  pada 2 Maret dan selanjutnya mereka akan bertugas di lapangan diwilayah kabupaten/kota  jajaran Polda di Jawa Timur.

Dalam menjalankan tugas di lapangan para Bintara Polri baru ini pertama kali yang mereka lakukan adalah harus bisa beradaptasi dengan berbagai lingkungan terutama kepada 19 kabupaten/kota yang akan melakukan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada September 2020.

BACA JUGA: Polri Pesan Satu Kapal Multifungsi dari PT PAL

Kata Gubernur Khofifah, mengapa ini harus dilakukan ?, karena menurut hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ada beberapa hal tertentu yang masih harus diantisipasi, karena memiliki sensitifitas tertentu politik indentifitas dan SARA.

“Hal-hal sesuatu mungkin yang harus diantisipasi untuk konsilidasi demokrasi di Indonesia termasuk titik-titik rawan di Jawa Timur. Mereka mengetahui pasti dari proses pendidikan ini,” harapnya kepada siswa Diktu Bintara Polri baru ini.

Oleh sebab itu sebelum mereka dilantik, Gubernur menyampaikan kembali bahwa ada titik-titik yang memiliki sensitifitas didaerah tertentu dan karena isu tertentu harus terantisifasi sebelun dilantik. Sehingga mereka nantinya sesudah dilantik dan saat ditugaskan turun kelapangan sudah bisa melakukan indentisifasi dari apa yang mereka dapatkan dari pembekalan ini dan sinergitas dari Forpimda.

Para Bintara Diktu Polri ini nanti misalnya kalau penugasannya ditempatkan di Polres atau di Posek, mereka akan mengetahui ada Babin Kantibmas, Babinsa, kepala desa. Sehingga komunikasi tidak saja dengan camat, Polsek dan Danramil tetapi juga dengan aparat di bawahnya. Seperti kelurahan dan desa serta tidak kalah pentingnya harus bisa kerkomukasi dengan tokoh agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas).

BACA JUGA: Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Empat PJU dan Enam Kapolres  

Kapolda Jawa Timur, Irjen. Pol. Luki Hermawan mengatakan, Gubernur Khofifah merupakan Gubernur Jawa Timur pertama yang mengunjungi Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur di Bangsal, Kabupaten, Mojokerto. “ Baru kali ini dan belum pernah ada gubernur yang memberi pembekalan kepada siswa Diktuk Bintara Polri SPN, hal ini dilakukan karena perhatiannya kepada Polri, ini merupakan suatu kebanggaan,” kata Kapolda.

Kata Kapolda, ini ada 685 siswa Diktuk  Bintara Polri Tahun 2019  dan merupakan putra-putra terbaik yang lulus seleksi dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Mereka semuanya setelah dilantik nanti akan ditempatkan di Polda Jawa Timur.

Dalam sambutannya Kapolda juga mengatakan, kebetulan pada bulan-bulan ini mulai ada seleksi lagi. Dalam seleksi anggota Polri ini, Polda akan membuat kuota yang berbeda terutama untuk daerah tertentu akan dinaikan kuotanya, sehingga anggota Polri tersebut akan ditugaskan dan ditempatkan di asal daerahnya.

Menurut Kapolda, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Pemprov Jawa Timur untuk menjaring anggota Polri dari lulusan pondok-pondok pesantren. “Kita ingin merekrut personel Polri, Polki maupun Polwan dari pondok pesantren, sebenarnya sekarang sudah ada tetapi kecil sekali,” tuturnya.

BACA JUGA: Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan V Diserahterimakan

Melalui bantuan Gubernur, diharapkan bisa membantu untuk bisa merekrut personel Polri dari pondok pesantren, terutama yang bisa dan hafal Al Quran syukur kalau bisa kutbah. Hal ini dikarenakan tugas Polri di lapangan bertemu dengan para tokoh agama denga aliran yang berbeda dan harus bisa dipahami. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.