Google Cloud Sasar Surabaya Dorong Fase Baru Pertumbuhan Ekonomi

oleh SebarTweet

Dari kiri ke kanan : CEO EIKON Technology Johannes Candra bersama Director of Finance Pakuwon Jati, Daniel Tjandra, CTO, Wings Surya, dan Ricky Setiawan, Sales Director, Datalabs,Megawaty Khie, Country Director, Google Cloud Indonesia saat media briefing tentang Google Cloud membangun ekosistem untuk mendukung organisasi besar maupun kecil di Jawa Timur dalam proses transformasi digital di Surabaya Rabu (15/6/2022) 

KILASJATIM. COM, Surabaya – Google Cloud menyasar Surabaya dalam upaya membangun ekosistem lokal berbasis cloud untuk mendorong fase baru pertumbuhan ekonomi. di Surabaya Google Cloud Berkolaborasi dengan Pakuwon Jati, Eikon Technology, Wings Surya, Data labs dan Metrodata
untuk mendorong fase baru pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Surabaya.

Surabaya bukan hanya kota terbesar kedua di Indonesia, melainkan juga salah satu kota terhijau sekaligus pusat dagang dan bisnis yang ramai. Pakuwon Jati, real estate developer terkemuka, telah banyak membangun infrastruktur fisik di Surabaya dalam 40 tahun terakhir – mulai dari bangunan kantor, hotel, hingga pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia. Pakuwon Jati berkolaborasi dengan Google Cloud dan partner pelaksananya, EIKON Technology untuk menyiapkan pertumbuhan masa depan dan meningkatkan upaya mereka dalam memelihara lingkungan.

“Pakuwon Jati dan Wings Surya adalah contoh yang menunjukkan secara jelas bagaimana cloud dan inovasi berbasis data dapat memberikan dampak bisnis dan ekonomi yang nyata,” kata Megawaty Khie, Country Director, Google Cloud Indonesia saat di Surabaya Rabu (15/6/2022)

Ditambahkan Megawati, dengan berinvestasi dalam infrastruktur lokal dan membangun kemitraan yang kuat dengan Indosat Ooredoo Hutchison, EIKON Technology, Datalabs, dan Metrodata, Google Cloud siap membantu perusahaan, baik besar maupun kecil, di seluruh industri utama Surabaya.

“Kami percaya bahwa cloud akan memunculkan banyak peluang digital dan menjadi pendorong fase baru pertumbuhan dan perkembangan Jawa Timur, ” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Minarto Basuki Director of Finance Pakuwon Jati menjelaskan alasan bergabung dengan Google cloud. Menurutnya dengan Google cloud perusahaan bisa memangkas beberapa ongkos operasional. Data juga bisa dihimpun  lebih cepat dengan teknologi komputational.

Dikatakan Minarto, pembatasan selama pandemi mendorong penetrasi internet di lingkup dunia usaha. Berubahnya gaya bekerja offline menjadi online, membuat pelaku dunia usaha harus memutar otak dan beradaptasi agar tetap bisa bertahan.

“Meski pandemi, bisnis harus jalan. Adaptasi dan pemakaian teknologi mutlak kita perlukan. Hal ini mendorong transformasi industri di segala sektor. Salah satunya Pakuwon Jati yang akhirnya memutuskan menggunakan Google Workhspace agar seluruh staff mereka dapat berkomunikasi dan bekerja sama dengan lancar bersama pelanggan, vendor, maupun rekan kerja,” jelas Minatto.

Dalam hal ini Pakuwon Jati juga menjalin kerjasama  dengan Eikon Technology dalam upaya memperbarui sistem ERP Modern  dengan mengintegrasikannya dengan Google workspace. 

“Kedepannya, Pakuwon Jati bisa mengedit dokumen dengan proses yang aman dilengkapi sistem kontrol versi,” tegasnya.

Pakuwon Jati berencana memanfaatkan infrastruktur dan layanan Google Cloud yang didesain sejak awal agar aman, mudah disesuaikan skalanya, dan telah mencapai status 0 jejak karbon untuk memodernkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) mereka yang sangat vital bagi perusahaan. Dengan infrastruktur lokal Google Cloud, Pakuwon Jati ingin mengoptimalkan biaya IT, mengurangi jejak karbon dari proses-proses IT, dan menerapkan standar keamanan tertinggi.

Melalui integrasi sistem ERP modern mereka dan Google Workspace, pegawai Pakuwon Jati nantinya dapat mengakses Google Dokumen dan Spreadsheet, serta bersama-sama mengedit dokumen dengan proses yang andal dan dilengkapi sistem kontrol versi. Sebagai contoh, staf dari departemen keuangan akan dapat mengelola catatan keuangan yang sensitif secara lebih aman, andal, efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sektor manufakturing adalah penggerak pertumbuhan utama bagi perekonomian Jawa Timur, dengan banyaknya area industri yang berlokasi di dalam atau sekitar Surabaya.

Hal yang sama diakui Daniel Candra CTO Wings Surya , pandemi banyak membawa perubahan dan membuat Wings Surya banyak bertransformasi.

” Seperti misal produksi dan distribusi produk es krim  kami sudah menggunakan analisis data canggih menggunakan AutoML Visual Object Detection yang membantu perusahaan dalam melakukan controling. Dengan Google Vision API, Wings Surya bisa melakukan Quality Control dengan lebih cepat,” ujar Daniel Candra.

Dengan kemampuan teknologi pencitraan cerdas yang secara otomatis dan akurat mendeteksi dan mengklasifikasikan barang dari berbagai lini produksi dan saluran distribusi, ini memungkinkan pegawai Wings Surya mendapatkan insight relevan yang berbasis data dan peringatan real-time di perangkat seluler mereka. Insight dan peringatan ini kemudian akan membantu pemeliharaan lemari pendingin secara prediktif, sehingga mencegah gangguan kuantitas dan jadwal pengiriman produk. Selain itu, para staf juga akan tahu saat mereka harus mengganti inventaris yang cacat bentuk, ukuran, maupun kemasannya dengan cepat .

Wings Surya, perusahaan yang berkantor pusat di Surabaya dan salah satu distributor paling tepercaya untuk produk rumah tangga, perawatan diri, serta makanan dan minuman dalam 73 tahun terakhir, telah menggunakan Google Workspace sejak tahun 2020. Kini, Wings Surya memperluas kolaborasinya dengan Google Cloud dan partner pelaksananya, Datalabs, untuk menjadi pemimpin di Industri 4.0. (kj2)