GoJek Fokus Ke Bisnis Inti, Juli 2020 Tutup Layanan GoLife

oleh

PHK dilakukan  GoJek terhadap 430 karyawan Go Life dan Go Festival 

KILASJATIM. COM, Jakarta – GoJek Indonesia dengan sangat terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada sekitar 430 orang karyawan atau 9 persen dari keseluruhan. Namun dipastikan tindakan tersebut tidak berimbas pada mitra Gojek. Karena yang kena PHK merupakan karyawan dari GoLife dan Go Festival.

Meski melakukan PHK GoJek membekali para mitra Gojek di dua fitur ini jangka panjang berupa pelatihan online secara gratis.

Dalam rilis Gojek yang diterima redaksi kilasjatim.com Kamis (25/6/2020) menyebutkan para mitra GoLife yang terkena dampak keputusan perusahaan untuk reorganisasi, mendapatkan pelatihan berupa peningkatan keterampilan melalui pelatihan online secara gratis dan diharapkan terjadi peningkatan skill untuk meraih pendapatan tambahan saat ini dan di masa depan.

Dukungan dari Gojek tersebut merupakan ‘Program Solidaritas Mitra COVID-19’. Tak hanya berhenti di pelatihan jangka panjang, startup anak bangsa ini juga memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria.

Co-CEO Gojek, dalam town hall meeting yang digelar pada 16 sesi bersama seluruh karyawan mengumumkan strategi perusahaan untuk memperkuat fokus kepada bisnis inti, yaitu transportasi, pesan-antar makanan dan uang elektronik.

Ini adalah langkah jangka panjang dalam menghadapi ketidakpastian pandemi Covid-19. Dua keputusan utama turut diumumkan seiring ditetapkannya strategi ini.

Pertama, dihentikannya sejumlah layanan non-inti yang terdampak pandemi. Kedua, perampingan struktur perusahaan secara menyeluruh untuk mengoptimalisasi pertumbuhan yang berkesinambungan di masa mendatang.

“Kita harus merespons apa yang terjadi di luar sana dan meningkatkan fokus untuk membangun bisnis yang kokoh, lebih efisien yang dapat terus bertahan seiring dengan berjalannya waktu dan tetap relevan dengan kondisi yang ada,” kata Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek dalam surat yang dibagikan kepada para karyawannya.

Kedua pimpinan tertinggi di GoJek ini juga meminta maaf dengan keputusan yang dengan terpaksa diambil.

“Salah satu ketakutan terbesar saya sebagai seorang pemimpin adalah mengecewakan kalian semua dan itu adalah masa tersulit yang pernah saya rasakan selama di Gojek, hingga hari ini. Hari ini, di dalam setiap townhall meeting, saya merasa telah mengecewakan banyak dari tim kita. Secara pribadi, saya ingin meminta maaf untuk keputusan yang harus kita ambil. Kepada kalian yang harus meninggalkan Gojek, tolong diketahui bahwa ini adalah kesalahan kami berdua, saya dan Andre, bukan kalian. Kami memohon maaf kali ini telah mengecewakan kalian. Kami sangat berterima kasih bahwa kalian telah memberikan kontribusi berarti bagi kesuksesan Gojek selama bertahun-tahun. Kalian telah menjadi bagian yang bernilai dari sejarah dan perjalanan Gojek; setiap perusahaan akan beruntung untuk memiliki kalian di dalam tim mereka dan kami akan membantu kalian semaksimal mungkin untuk dapat melangkah lebih jauh di perjalanan karir kalian. Tolong jangan ragu untuk menghubungi saya langsung jika ada yang ingin kalian bicarakan.” kata dua orang tersebut.

Fokus pada layanan inti, menghentikan layanan yang tidak dapat bertahan di tengah pandemi.
Dan mengambil keputusan berani untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan prioritas pelanggan akan memastikan dapat selalu membuat dampak positif bagi kehidupan jutaan orang serta juga memastikan pertumbuhan di masa mendatang.

“Namun, kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini,” jelasnya.

Layanan GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi, akan dihentikan.

Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi dari situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

Kedua bisnis ini, GoLife dan GoFood Festival
membutuhkan interaksi jarak dekat, dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi COVID-19. Layanan GoLife sendiri akan berhenti beroperasi pada 27 Juli mendatang. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *