Generasi Milenial Topang Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang di Indonesia

oleh

Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja (kanan) bersama jajaran direksi PT Bank UOB dalam teleconference serentak Jakarta Medan dan Surabaya Rabu (28/08/2019)

JAKARTA, kilasjatim.com: – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) memprediksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia secara konsisten masing-masing sebesar 5,1 persen pada tahun 2019 dan 5,2 persen pada tahun 2020.

Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja, melihat Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan positif, karena berhasil mengantisipasi tingkat pertumbuhan yang tetap rendah sebesar 0,1 persen dari tahun ini hingga 2020, seiring dengan ketegangan hubungan dagang yang terjadi di tingkat global.

Hal ini menurutnya tidak terlepas dari gaya hidup generasi milenial yang diyakini bakal menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

“Gaya milenial ini akan mengiringi meningkatnya pendapatan dan kemampuan belanja kaum milenial. Pendorong pertumbuhan ekonomi utama masih tetap bertumpu pada konsumsi pribadi, yang mencapai lebih dari 50 persen PDB Indonesia,” kata Enrico Tanuwidjaja, ekonom UOB Indonesia, di Seminar Tahunan UOB Indonesia Ecinomic Outlook yang diadakan secara serentak di Jakarta, Surabaya dan Medan, Rabu (28/08/2019).

Enrico menekankan, pertumbuhan ekonomi tersebut dimotori oleh meningkatnya pengaruh dan kemampuan belanja kaum milenial, serta berbagai solusi yang diciptakan oleh berbagai perusahaan untuk melayani kebutuhan digital dan preferensi konsumsi generasi milenial yang semakin besar.

Berdasarkan data Riset Ekonomi UOB Indonesia tentang tingkat pendapatan berbagai segmentasi populasi antara tahun 2010 hingga 2019, pendapatan riil kaum milenial tumbuh sebesar 8,6 persen per-tahun secara tingkat pertumbuhan bertahap (compound annual growth rate).

Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan antara 3 hingga 5 persen pada kelompok demografi lainnya.

“Kaum milenial Indonesia dewasa ini menghabiskan hingga 50 persen pendapatannya pada ‘Gaya Hidup 4S’, Sugar (makanan dan minuman),
Skin (perawatan tubuh dan kecantikan), Sun (liburan dan hiburan),dan Screen (konsumsi layar digital),” ungkapnya.

Dari Kiri-Kanan: Hendra Gunawan (Wakil Presiden Direktur UOB Indonesia), Faye Alund (CEO dan Co-founder Kumpul Co-working), Emil Elestianto Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), Fenny Wiratama (Regional Head East Java & Bali), Wahyu Wiwoho (MC)

Enrico menambahkan, dengan meningkatnya pembelanjaan kaum milenial yang dibarengi kenaikan pendapatan, kami berharap generasi ini menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Indonesia.

Meningkatnya pendapatan dan jenis pilihan pembelanjaan generasi milenial turut membuka kesempatan bagi para pebisnis dalam memenuhi kebutuhan segmen populasi ini, yang tentunya juga berkontribusi pada pertumbuhan bisnis mereka.

Dalam kesempatan itu Enrico menekankan pula bahwa fundamental Indonesia yang kuat mencakup ekspor bersih, investasi, dan konsumsi pribadi.

Lebih jauh lagi, kata Enrico, reformasi ekonomi yang diterapkan pada akhir siklus komoditas belum menampakkan hasil yang utuh bagi Indonesia.

“Pada jangka menengah, faktor-faktor seperti reformasi keberlanjutan di bidang ekspor manufaktur dan kebijakan investasi, serta pembelanjaan fiskal yang hati-hati akan membantu menjaga ekonomi dalam mencapai target pertumbuhan pemerintah sebesar 6 persen di tahun 2024,” imbuhnya.

Mendukung UKM dalam berkontribusi pada ekonomi Selain konsumsi kaum milenial, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) juga merupakan kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. UKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang memainkan peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong ekspor, dan berkontribusi pada pertumbuhan PDB.
Agar UKM dapat terus memberikan kontribusi besar pada perekonomian, mereka harus mampu mengoptimalkan bisnis untuk pertumbuhan dan ekspansi usaha. Digitalisasi akan membantu mereka untuk mencapai tujuan tersebut dan menjadikan bisnis tetap kompetitif. Melalui penggunaan teknologi, UKM akan mampu mengotomatisasi berbagai proses operasional bisnis dan meningkatkan produktivitas untuk membebaskan sumber daya lainnya yang lebih berharga serta berfokus pada pengembangan bisnis inti untuk meningkatkan kinerja perusahaan, seperti memperbaiki kualitas layanan nasabah.

Untuk membantu UKM mendapatkan manfaat dari ragam solusi digital, UOB menawarkan solusi manajemen bisnis terintegrasi yang berbasis cloud, UOB BizSmart. Solusi ini membantu UKM menjalankan berbagai aktivitas bisnis mereka secara lebih efisien seperti e-invoicing, accounting, human resource management dan customer engagement. Solusi ini menyediakan UKM dengan informasi serta data berbasis digital yang dapat membantu bisnis
mereka tetap kompetitif, tumbuh dan berkembang lebih efektif. (kj2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *