Gema Sholawat Lirboyo Jadi Panggilan Kebangkitan Santri Indonesia

oleh -144 Dilihat
Gubernur Khofifah saat mengajak ribuan santri di Ponpes Lirboyo bersholawat bersama. (Foto: Frizal/kilasjatim)

KIALSJATIM.COM, Kediri – Ribuan santri dan jamaah memadati halaman Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Senin (20/10/2025) malam. Lantunan dzikir dan sholawat menggema dalam acara Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut hadir untuk memperingati Hari Santri ke-10 sekaligus menguatkan peran santri dalam membangun peradaban bangsa.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, Khofifah menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral, penopang pendidikan, dan penggerak pembangunan nasional.

“Tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia menjadi pengingat akan kontribusi fundamental santri yang selalu hadir di setiap fase penting perjalanan bangsa,” ujar Khofifah.

Ia menilai santri memiliki peran besar dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan secara berimbang. Melalui ilmu, keikhlasan, dan keteguhan iman, santri terbukti menjadi kekuatan moral yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Khofifah menyebut Pondok Pesantren Lirboyo sebagai salah satu pilar pendidikan Islam yang telah melahirkan generasi berjiwa nasionalis. Ia menyoroti inisiatif pesantren dalam mengelola lingkungan secara mandiri.

“Kekuatan pesantren, ulama, dan santri di Lirboyo dijaga melalui kepedulian terhadap lingkungan. Dari sampah menjadi rupiah dan memberi barokah,” katanya.

“Sampaikan pada dunia, dari Lirboyo lahir kekuatan menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi pesantren, dan melahirkan ulama pembangun peradaban dunia.”

Lebih lanjut, ia mendorong para santri agar tidak berhenti pada perjuangan spiritual semata, tetapi juga mengambil peran di berbagai bidang — pendidikan, politik, ekonomi, hingga teknologi — dengan tetap menjaga nilai-nilai pesantren.

“Dengan semangat Jatim BISA — Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif — pesantren akan menjadi pusat inovasi yang melahirkan pemimpin berintegritas dan berakhlak,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Terima Dubes Jerman, Bahas Kerja Sama Transportasi, Kesehatan, dan Pendidikan

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengajak ribuan jamaah untuk mendoakan keselamatan bangsa Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar dijauhkan dari bencana dan perpecahan.

“Mari kita doakan para ulama, santri, dan pahlawan bangsa yang telah mendahului kita. Semoga mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Suasana semakin khidmat saat Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menyerukan semangat kebangsaan kepada para santri.

“Siap bela Lirboyo, siap bela NU, siap bela Islam, siap bela Indonesia!” serunya yang disambut pekik takbir ribuan santri.

Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz turut mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan antarsantri.

“Yang terpenting adalah kita saling menghargai dan mendukung, tidak boleh terpecah-belah,” pesannya.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan itu juga dihadiri Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Abdullah Kaffabih Mahrus, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, jajaran Forkopimda Jatim, serta ribuan Syekher Mania dari berbagai daerah.(FRI)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.