Gelaran IISIA Business Forum 2022 : Industri Baja Nasional Diyakini Bakal Tumbuh Pesat

oleh -1568 Dilihat

Chairman IISIA Silmy Karim saat meninjau both di area The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dalam rangkaian acara IISIA Business Forum 2022 (IBF 2022) yang dilaksanakan pada 1-3 Desember 2022 di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/12/2022)

KILASJATIM. COM, Surabaya – Industri baja nasional diyakini akan terus mengalami peningkatan . Meski saat ini utilitasnya masih belum optimal karena banyaknya produk baja impor yang masuk ke tanah air.

Chairman IISIA Silmy Karim dalam sambutannya , menyebutkan bahwa industri baja nasional saat ini masih pada tahap pertumbuhan awal yang akan terus meningkat pesat seiring pertumbuhan ekonomi nasional.
Konsumsi baja per kapita Indonesia saat ini masih kurang dari 70 kg per kapita per tahun, jauh tertinggal dari Korea Selatan 1.076 kg, Tiongkok 667 kg, Jepang 456 kg, dan Amerika Serikat 291 kg per kapita.
Konsumsi Indonesia bahkan tertinggal dibandingkan dengan konsumsi baja per kapita negara tetangga ASEAN, seperti Malaysia 210,5 kg, Thailand 233,3 kg, dan Singapura 273,5 kg per kapita ‘ ujarnya seraya meneruskan dari sisi produksi, Indonesia saat ini baru memproduksi baja kasar sebanyak 14,3 juta ton, jauh tertinggal dari Tiongkok 1.032,8 juta ton, India 118,2 juta ton, Jepang 96,3 juta ton, Amerika Serikat 85,8 juta ton, Rusia 75,6 juta ton, dan Korea Selatan 70,4 juta ton.

“Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa peluang berkembangnya industri baja nasional masih sangat besar sehingga kita dorong agar industri baja nasional dapat terserap oleh kebutuhan dalam negeri,” ujar Silmy disela acara pembukaan The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dalam rangkaian acara IISIA Business Forum 2022 (IBF 2022) yang dilaksanakan pada 1-3 Desember 2022 di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga :  Rajawali Nusindo Bukukan Laba Rp 93,1 Miliar Tahun 2019

Ditambahkan Silmy saat ini utilitas industri baja di Indonesia rata-rata masih sekitar 50 persen. Sedangkan target dipatok sebesar 80 persen, Hingga saat ini menurutnya masih ada tantangan untuk peningkatan utilisasi industri baja khususnya Cold Rolled Coil (CRC) dan Coated Steel. Salah satunya adalah masuknya produk impor yang tidak sesuai SNI.

Lebih lanjut Silmy mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Kemendag yang langsung menindak importer yang tidak sesuai standar nasional.

”Ini perlu mendapat perhatian antara permintaan dan supply-nya yang tidak seimbang agar produk dalam negeri bisa optimal sehingga utilisasi pabrik lebih meningkat dan impor dikurangi sehingga kita bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri,” paparnya.

Presiden juga terus mengingatkan untuk mengutamakan produk dalam negeri. Apalagi di tahun depan dikhawatirkan terjadi potensi pelemahan ekonomi.
”Salah satu upaya untuk mengurangi dampak pelemahan ekonomi adalah mengoptimalkan penyerapan produk dalam negeri,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan, Direktur Industri Logam Dasar Kementerian Perindustrian Liliek Widodo serta Direktur IKM Industri dan Direktur Industri Kecil & Menengah Logam, Mesin, Elektronika & Alat Angkut Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari yang mewakili Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Kementerian Perindustrian menyambut baik dan mendukung diselenggarkannya IBF 2022 yang mempertemukan seluruh stakeholder industri baja nasional. Kami juga berharap agar IBF 2022 menjadi tonggak sinergi untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri serta pengembangan industri nasional dalam mendukung kemandirian industri dan perekonomian nasional,” ujar Liliek Widodo.

Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid menyatakan bahwa KADIN mendorong terselenggaranya acara seperti IBF 2022 ini yang akan berkontribusi positif pada pergerakan ekonomi Indonesia.

“Bahkan bersama dukungan HIPMIKINDO, UMKM di Surabaya berpartisipasi dalam acara IBF 2022 ini. Kami berupaya agar industri-industri kecil pun mendapatkan apresiasi di masyarakat, sehingga kesinambungan pergerakan ekonomi bergerak menyeluruh dari semua kalangan. Hal ini kemudian yang akan membantu terwujudnya kemandirian industri nasional,” lanjut Arsjad.

Baca Juga :  Dinsos Surabaya Berdayakan Penghuni Liponsos Keputih Tanam Sayuran Hingga Membatik

Penyerapan industri baja nasional dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) maupun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan agenda utama dari IBF 2022 ini. Mulai dari Keynote Speech hingga seminar yang diadakan bersama institusi pendidikan membahas industri besi dan baja, pengaplikasiannya pada sektor konstruksi dan infrastruktur, penggunaan baja sebagai bangunan tahan gempa, maupun kebutuhan baja untuk proyek-proyek pemerintah termasuk diantaranya pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.
“Semoga penyelenggaraan IBF 2022 ini menjadi pionir untuk diadakannya acara-acara serupa sehingga terjalin hubungan yang sinergis antara asosiasi-asosiasi industri dengan pemerintah, maupun sarana edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya industri baja bagi pembangunan nasional dan penggerak roda perekonomian untuk kemajuan Indonesia,” tutup Arsjad. (kj2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.