Fokus Pembangunan Ponorogo 2020 Masih di Desa    

oleh
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat melaksanakan Program Tilik Desa di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung.

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Pembangunan di Ponorogo pada 2020 ini, masih difokuskan di wilayah perdesaan. Ini karena wilayah terbesar Kabupaten Ponorogo adalah perdesaan. Sehingga bila desa maju maka Kabupaten Ponorogo akan maju.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat melaksanakan Program Tilik Desa di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Jumat (24/1/2020) mengatakan, sejak awal kepemimpinan dirinya memang memiliki program pembangunan yang menyasar desa-desa yang ada di Ponorogo.

“Pembangunan di Ponorogo ini memang fokusnya harus di kawasan perdesaan. Karena Ponorogo ini 90 persen wilayahnya adalah desa,” ungkap Bupati Ipong.

Dikatakannya, berbagai program telah diluncurkan untuk membantu masyarakat desa. Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur agar masyarakat lancar di dalam menjalankan perekonomian dan menjalankan kehidupannya.

BACA JUGA: Ingin Bebas Antrian Di RSUD Ponorogo, Pakai ANDALAN!  

“Saya rasa pada 2020 ini fokus itu (pembangunan Ponorogo) tetap akan sama (pembangunan desa),” lanjutnya.

Bila suatu saat nanti pembangunan infrastruktur sudah selesai, maka fokus akan bergeser menuju ke pembangunan non-fisik. Yang dimaksud, lanjutnya, adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Anak-anak kita (Ponorogo) di desa ini pintar-pintar. Maka harus didorong agar sehat dan pandai,” ungkapnya.

Bupati Ipong mengatakan sangat menghargai Desa Pomahan yang memiliki program Centing Kuning atau Cegah Stunting di Masa Kehamilan itu Penting. Sebab, artinya desa sudah memperhatikan kualitas anak-anak di Pomahan sejak dalam kandungan.

BACA JUGA: Dipertahankan, Optimasi Petugas Checkpoint Untuk Cegah Antraks Masuk Ponorogo  

“Mencegah anak stunting itu program nasional karena anak-anak adalah masa depan Indonesia. Anak-anak yang cerdas adalah kunci Indonesia Maju 2040. Jadi kita semua sebagai warga bangsa, termasuk Pomahan, memang harus turut serta dalam mendorong anak-anak agar tidak tumbuh stunting,” ujarnya.

Ponorogo sendiri, kata Bupati Ipong, merupakan kabupaten yang memiliki prestasi terbaik se-Jatim dalam menurunkan angka stunting. Dalam empat tahun ini, angka stunting Ponorogo yang tadinya 28 persen, saat ini bisa mencapai 18 persen. Terjadi penurunan hingga 10-an persen.

“Angka stunting ini jauh lebih baik dari rata-rata nasional. Tapi masih perlu kerja sama semua pihak untuk mempertahankan dan terus menurunkan. Tilik Desa ini menjadi cara kami, para pimpinan di Ponorogo ini untuk bersilaturahmi, menjalin ukhuwah. Harapannya, kita maskin guyup dan kompak melaksanakan pembangunan,” pungkasnya. (kominfo/kj23)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *