Film “Pangku” Karya Reza Rahadian Resmi Tayang, Soroti Realitas Perempuan Pantura

oleh -806 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Film “Pangku”, debut penyutradaraan aktor Reza Rahadian, resmi tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 6 November 2025. Mengangkat isu sosial yang jarang diangkat ke layar lebar, film ini menyoroti kehidupan perempuan-perempuan Pantura dan fenomena kopi pangku yang menempatkan banyak perempuan dalam situasi rentan demi bertahan hidup.

Kisah dalam film berpusat pada Sartika, diperankan Claresta Taufan, perempuan muda yang sedang hamil dan berusaha keluar dari kehidupan keras yang menjeratnya. Dalam pelariannya, Sartika bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik warung kopi yang menerima Sartika dan bayinya. Maya menawarkan pekerjaan di warungnya, sebuah pekerjaan yang membuat Sartika harus menghadapi stigma sosial dan pilihan ekonomi yang sangat terbatas.

Cerita berkembang ketika hadir Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk yang perlahan memberi ruang harapan baru dalam hidup Sartika. Namun hubungan mereka tidak berjalan mulus karena lingkungan dan kenyataan hidup terus menempatkan Sartika pada persimpangan sulit. Film ini membangun drama emosional tentang perjuangan seorang perempuan menjaga martabat, keluarga, dan harapan di tengah tekanan sosial dan ekonomi.

Selain tiga pemeran utama, “Pangku” turut dibintangi Shakeel Fauzi, Devano Danendra, Jose Rizal Manua, Lukman Sardi, dan Happy Salma, yang hadir memperkuat spektrum karakter serta dinamika cerita. Reza Rahadian mengarahkan film ini dengan naskah yang ditulis bersama Felix K. Nesi, sementara Arya Ibrahim dan Gita Fara menjadi produser melalui rumah produksi Gambar Gerak.

Sebelum rilis resmi di Indonesia, “Pangku” sudah lebih dulu mencuri perhatian internasional. Film ini terpilih untuk program HAF Goes to Cannes 2025 dan mendapat dukungan pascaproduksi dari Red Sea Fund. Dalam penayangan perdananya di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, “Pangku” meraih deretan penghargaan bergengsi, termasuk KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, dan Face of the Future Award.

Baca Juga :  Ikut Demo RUU Pilkada 2024, Reza Rahadian Minta Presiden Jokowi Nyatakan Sikap

Dengan durasi 104 menit dan klasifikasi usia 17+, “Pangku” tampil sebagai drama realis dengan pendekatan humanis yang penuh empati. Reza menyebut film ini sebagai surat cinta untuk para perempuan pejuang, khususnya mereka yang harus menghadapi hidup dengan pilihan terbatas namun tetap bertahan demi masa depan keluarga.

“Pangku” disebut menjadi salah satu film Indonesia yang paling diperhatikan tahun ini karena keberpihakannya pada isu perempuan, kekuatan artistik, dan pencapaian internasional yang mengukuhkan posisi karya ini di kancah perfilman nasional.(den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.