Dukung Pertanian & Pangan Dunia, PG Bersama PI Tingkatnya Produksi Padi Timor Leste Hingga 7,5 Ton/HA

oleh -296 Dilihat
Istimewa

KILASJATIM.COM, Surabaya: Petrokimia Gresik (PG) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Timor Leste menjadi 7,5 ton/hektare, dari sebelumnya rata-rata hanya 1,5 – 3 ton. Hal ini terlihat dari panen raya “The Rice Harvest Ceremony” bersama Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta di Kecamatan Vemasse, Kabupaten Baucau, Timor LesteTurut hadir dalam kegiatan ini Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia (PI), Gusrizal dan Direktur Utama PG, Dwi Satriyo Annurogo.

Gusrizal menyampaikan sebagaimana pada rilisnya, panen raya ini merupakan bukti komitmen PI bersama anak perusahaannya terhadap pembangunan sektor pertanian Timor Leste. Pertanian adalah tulang punggung perekonomian Timor Leste yang menyediakan lapangan kerja dan penghidupan bagi sebagian besar penduduknya. Hal ini merupakan sumber penting ketahanan dan ketersediaan pangan bagi masyarakat Timor Leste.

“Implementasi dari komitmen ini, PI bersama PG dan Petrosida Gresik yang merupakan perusahaan afiliasi group telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Timor Leste untuk memberikan petani akses terhadap pupuk berkualitas tinggi dan input  pertanian lainnya,” kata Gusrizal, Selasa, 14/5/2024.

Panen raya ini merupakan hasil demonstration plot (demplot) yang dilakukan oleh PG bersama anak perusahaannya, yaitu PT Petrosida Gresik dengan menggandeng Camara de Comercio e Industria de Timor-Leste (CCI TL). Demplot ini mengaplikasikan produk nonsubsidi andalan PG dan Petrosida Gresik.

Sementara Dwi Satriyo menambahkan, ada peningkatan signifikan dari hasil demplot di Timor Leste, yaitu sekitar 500 persen. Kerja sama ini menjadi komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan pertanian dan pemenuhan pangan dunia, yang saat ini tengah menjadi isu global.

“Alhamdulillah demplot yang kita lakukan bisa memberikan hasil optimal sehingga mampu menjadi harapan baru bagi peningkatan ketersediaan pangan dunia. Hasil positif demplot ini pun ditindaklanjuti dengan kerja sama Bisnis Purchase Order Perdana Distributor Timor Agronova yang telah ditandatangani kemarin, berupa pembelian 18 ton pupuk dan 2 ton pestisida yang dikirim dalam tiga kontainer,” kata Dwi Satriyo.

Baca Juga :  Sosialisasi Penambahan Alokasi Pupuk Subsidi, PI: Jatim Naik 2 Kali Lipat Jadi 1,9 Juta Ton

Ia menambahkan, demplot di Timor Leste ini menerapkan pola pemupukan berimbang 5:3:2 yang telah diterapkan PG di sejumlah daerah. Artinya untuk satu hektare lahan padi mengaplikasikan 500 kg pupuk organik, 300 kg NPK Phonska Plus dan 200 kg ZA Plus.

“Panen demplot ini awalnya kita terget sebesar 6 ton setiap hektarenya. Ternyata teknologi kami mampu menghasilkan panen hingga 7,5 ton per hektare. Selain itu juga dengan teknologi yang ditawarkan Petrokimia Gresik, penanaman padi bisa dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun. Padahal sebelumnya hanya setahun sekali,” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kerja sama tiga kontainer tersebut baru tahap awal dari target capaian sebanyak 20 hingga 30 kontainer di tahun 2024. Ia berharap kerja sama ini bisa mendukung swasembada pangan di Timor Leste.

“Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan pertanian tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga, termasuk Timor Leste. Persoalan pangan menjadi persoalan dunia yang harus kita atasi bersama-sama,” ujar Dwi Satriyo.

Di tempat yang sama, Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta menyampaikan terima kasih atas kerja sama Petrokimia Gresik di Baucau. Menurutnya, Baucau memiliki potensi pertanian yang baik, tapi dibutuhkan upaya untuk mencapai swasembada pangan di negaranya.

“Terima kasih kepada kawan-kawan dari Indonesia. Semoga kerja sama ini membawa kemajuan pertanian yang sekarang menjadi perhatian dunia,” ujarnya.(den)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.