DP5A Sosialisasikan Seks Edukasi pada Pelajar Surabaya  

oleh -1.056 views
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, Chandra Oratmangon.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, melakukan sosialisasi pencegahan dan perlindungan pada anak terkait seks edukasi, Senin (6/1/2019).

Sosialisasi yang berlangsung di SD Negeri Krembangan Selatan 3 Surabaya, Jalan Bubutan No.145-147 Kecamatan Krembangan tersebut, diikuti sekitar 200 pelajar, mulai kelas satu hingga enam.

Dalam kesempatan itu, Kepala DP5A Surabaya, Chandra Oratmangon mengatakan, saat ini era teknologi sudah semakin pesat. Anak-anak dapat mengakses video apapun secara bebas. Maka dari itu, DP5A melakukan sosialisasi sedini mungkin untuk mencegah dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan di era digitalisasi tersebut.

“Sekarang era teknologi itu kan cepat sekali, mereka juga harus paham alat tubuh mereka yang boleh dipegang atau tidak boleh dipegang, sehingga meminimalkan kasus-kasus kekerasan pada anak, pelecehan seksual,” kata Chandra di sela-sela acara.

BACA JUGA: Suasana Haru, Ketika Wali Kota Risma Beri Wejangan kepada Remaja Terlibat Kenakalan  

Chandra menjelaskan, sebetulnya, upaya ini sudah dilakukan di beberapa sekolah dengan metode guru menerangkan kepada murid. Namun, kali ini berbeda, sosialiasi yang dikemas sambil bermain dinilai membuat anak lebih mudah merekam dan mengingat pesan yang disampaikan.

“Sebenarnya ini juga sudah dilakukan di kelas-kelas. Apalagi anak kecil kalau dia diajak sambil bermain itu cepat tangkapnya,” ujarnya.

Menurut Chandra, seks edukasi ini memang seharusnya dilakukan sedini mungkin. Bahkan ketika balita, orang tua sudah bisa mengajarkan seks edukasi melalui hal-hal yang paling sederhana.

“Ayah ibu di rumah sudah harus mengenalkan siapa anaknya. Perempuan atau laki-laki dan bagaimana mereka seharusnya bersikap. Jadi sejak balita mulai diajarkan juga tidak apa-apa. Seks edukasi bukan berarti porno. Tapi ini adalah bentuk edukasi,” paparnya.

BACA JUGA: Cegah KDRT, Pemkot Surabaya Bentuk Kader PKBM  

Oleh sebab itu, Chandra berharap, dengan adanya penyuluhan ini para pelajar lebih tahu fungsi tubuh mereka. Mengingat banyak kasus kekerasan dan pelecehan yang terjadi pada anak-anak, sehingga diharapkan mereka lebih waspada dan antisipasi dengan segala kemungkinan.

“Mereka sudah kita ajarkan untuk berani bilang tidak. Apabila sudah mulai menyentuh organ-organ yang dilarang. Kadang karena pelaku biasanya dari orang terdekat mereka. Misalkan ayah tiri, tetangga, atau penjual minuman di pinggir sekolah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, acara juga diisi dengan sesi tanya jawab kepada para pelajar. Selain itu, para pelajar juga diberikan sosialisasi melalui lagu dan pemutaran video animasi. (hms/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.