DLH Jatim Ajak Pengusaha Tahu Pakai Bahan Bakar Kayu  

oleh
Kepala DLH Jatim, Diah Susilowati saat launching pengganti subtitusi bahan bahan bakar plastik untuk produksi tahu milik Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu milik Zaenal Arifin warga Dusun Klagen, Desa Trosobo, Krian Sidoarjo, Rabu (27/11). (Ist)

KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, mengajak seluruh pengusaha tahu di Krian Sidoarjo, meninggalkan limbah plastik sebagai bahan bakar, diganti dengan limbah kayu/kayu bekas.

Kepala DLH Jatim, Diah Susilowati saat launching pengganti subtitusi bahan bahan bakar plastik untuk produksi tahu milik Industri Kecil Menengah (IKM) Tahu milik Zaenal Arifin warga Dusun Klagen, Desa Trosobo, Krian Sidoarjo, Rabu (27/11) mengatakan, sambil menunggu teknologi untuk memproduksi tahu yang ramah lingkungan, sebaiknya pengusaha meninggalkan sampah plastik dan beralih ke kayu sebagai bahan bakar.

“Di Jatim banyak pabrik kertas, yang setiap bulannya menghasilkan kayu bekas yang cukup banyak, itu bisa dimanfaatkan pengusaha tahu,” tuturnya.

Metode ini, mulai diawali perusahan kertas PT Suparma Tbk, dimana mereka memberikan kayu bekas atau sisa yang sudah tidak digunakan, kepada pemilik pabrik tahu Zaenal Arifin warga Dusun Klagen, Desa Trosobo, Krian Sidoarjo.

BACA JUGA: DLH Surabaya Temukan Pergerakan Tanah Akibat Proyek Apartemen GDL

“Untuk tiga bulan ke depan IKM milik pak Zaenal akan menggunakan kayu bekas dari PT Suparma, semoga semakin banyak lagi yang melakukan kerjasama seperti ini,” harapnya.

Selain mengharapkan ada pemberian kayu bekas dari perusahaan, pihaknya juga akan memberikan pembinaan cara pembuatan tahu yang bersih dan higienis.

Nantinya pembinaan itu akan diberikan kepada satu orang pemilik pabrik tahu terlebih dahulu yang juga sekaligus menerima bantuan kayu yaitu Zainal Arifin. “Harapannya dari Pak Zainal ini, akan dapat menjadi contoh bagi para pemilik pabrik tahu lainnya,” harap Diah.

Sementara, General Manager PT. Suparma Tbk, Yustiyohadi menambahkan, pihaknya memberikan bantuan kayu gratis kepada pemilik pabrik tahu Zainal Arifin untuk tiga bulan ke depan.

Kayu ini menurutnya, di peroleh dari sisa kayu yang sudah tidak digunakan. Kayu dikumpulkan dan dikirimkan ke penerima sebagai bahan bakar pembuatan tahu. “Semua kami siapkan,  pemilik pabrik tahu hanya tinggal memanfaatkannya saja,” ungkapnya. (kominfo/kj7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *