Dishub Jatim Siap Fungsikan Pelabuhan Jangkar Situbondo

oleh

Surabaya, kilasjatim.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) siap memfungsikan Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo ke pelabuhan di Nusa Tenggara sebagai bagian dari layanan kepada masyarakat.

“Kami menyiapkan rute kapal feri dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo langsung ke pelabuhan di Nusa Tenggara Barat maupun Timur dengan mengangkut orang sebagai penumpang, barang dan kendaraan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jatim Fattah Jasin kepada wartawan di Surabaya, Kamis (1/11/2018).

Difungsikannya rute Situbondo ke NTT-NTB, menurutnya, akan memangkas jarak perjalanan dari yang biasanya menggunakan jalur darat. Dengan naik kapal feri, lebih efisien dan murah.

“Biasanya, kalau dari Jawa ke Nusa Tenggara harus menyeberang Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, kemudian melintasi Pulau Bali jalan darat dan kembali menyeberangi Pelabuhan Lembar-Padang Bay lalu juga ke NTT,” ungkapnya.

Kapal feri yang digunakan, yakni jenis “long distance Feri” atau kapal feri khusus jarak jauh sehingga lebih bermanfaat dan digunakan sebagai alternatif jalur darat. “Nantinya ada kapal feri khusus jarak jauh,” cetusnya.

Di sisi lain, mantan Kepala Asisten II Setdaprov Jatim itu juga mengaku telah bertemu dengan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) serta Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) membahas alternatif pengoperasian feri di Ujung-Kamal.

Di Jatim, terdapat banyak pelabuhan dan tujuan sehingga bisa digunakan di dermaga lain, seperti Ketapang di Banyuwangi, Panarukan dan Jangkar di Situbondo, Paciran di Lamongan, serta beberapa rute lainnya. “Banyak pelabuhan dan akan dikomunikasikan apakah kapal feri akan digeser serta difungsikan di sana,” tandasnya.

Tak itu saja, Kementerian Perhubungan juga sudah berencana membuka lagi jalur operasional kapal “roll on roll off” (Ro-Ro) untuk angkutan barang dari Surabaya ke Jakarta serta ke sejumlah daerah tujuan.

Tujuannya, lanjut dia, sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang antar-daerah, termasuk mengurangi kepadatan jalur darat di Jatim yang saat ini terus padat akibat aktivitas wisata. (Wah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *