Dipertahankan, Optimasi Petugas Checkpoint Untuk Cegah Antraks Masuk Ponorogo  

oleh -978 views
Pos pemeriksaan.

KILASJATIM.COM, Ponorogo – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Kabupaten Ponorogo lebih intens lagi dalam melakukan pengecekan lalu lintas hewan ternak yang akan masuk ke Kabupaten Ponorogo. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menghindari masuknya antraks ke Kabupaten Ponorogo, mengingat merebaknya antraks di Kabupaten Gunung Kidul.

Wikan Dediastuti, Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dipertahankan Kabupaten Ponorogo mengatakan, penyakit antraks yang dapat menular pada manusia yang disebut zoonosis , hal yang wajib kita waspadai.

“Ya meskipun Ponorogo tidak berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunung Kidul, akan tetapi merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Jadi harus mewaspadai lalu lintas ternak yang akan masuk ke Jawa Timur dan melintas melalui Ponorogo,” ungkapnya, Selasa (21/1/2020).

Hal ini untuk memperbolehkan Kabupaten Ponorogo tetap bebas dari penyakit antraks, pihaknya akan terus meningkatkan seluruh petugas yang ada di lapangan termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lalu lintas ternak yang lalu.

BACA JUGA: DPRD Ponorogo Dukung Penuh Raperda Kabupaten Layak Anak  

“Diperlukan petugas yang akan berada di pos pemeriksaan akan terus kami optimalkan kewaspadaannya terhadap lalu lintas ternak, selain itu juga mensosialisasi peternak agar tidak membeli, melalulintaskan dan membeli ternak dari luar Provinsi Jawa Timur dari endemis antraks,” tambahnya.

Selain itu Wikan, juga mengimbau untuk pelaporan kepada petugas. Ada yang melaporkan mendadak dengan tanda klinis yang mengarah ke penyakit antraks, melaksanakan surveilans untuk mengetahui status kesehatan hewan di wilayah kerja atau wilayah sekitar masing-masing melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi ) kewaspadaan ancaman penyakit antraks.

Dengan adanya antisipasi dan kewaspadaan tersebut, Wikan berharap ada partisipasi masyarakat untuk meminta Ponorogo bebas dari penyakit yang menyelamatkan. (kominfo/kj26)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.