Desember 2019, Inflasi Jatim 0,53% dan Surabaya Tertinggi  

oleh -1.268 views
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Satriyo Wibowo.

KILASJATIM.COM, Surabaya –  Jawa Timur pada Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,53 persen lebih tinggi dari nasional sebesar 0,34 perden. Dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur seluruhnya mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi di Surabaya, mencapai 0,60 persen. Sedangkan inflasi terendah di Probolinggo, 0,28 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Satriyo Wibowo, Kamis (2/1).

Disebutkan, dari 7 kelompok pengeluaran, 6 kelompok mengalami inflasi dan 1 kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi kelompok Bahan Makanan, sebesar 1,57 persen. Sedangkan yang deflasi kelompok Sandang, sebesar 0,19 persen. Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur bulan Desember 2019 ialah telur ayam ras, bawang merah, dan tarif kereta api. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar ialah daging ayam ras, emas perhiasan, dan buah pir.

Pada Desember 2019 kelompok inti mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, komponen yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,53 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,74 persen. Sedangkan inflasi 6 Ibukota Provinsi di Pulau Jawa selama Desember 2019, dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, seluruh ibukota provinsi mengalami inflasi.

BACA JUGA: BPS Pusat Merilis, Inflasi Nasional Sepanjang 2019 Sebesar 2,72 Persen

Inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,60 persen, kemudian diikuti Yogyakarta dan Semarang sebesar 0,46 persen, Bandung sebesar 0,45 persen, Serang sebesar 0,41 persen, dan DKI Jakarta sebesar 0,30 persen.

Sementara inflasi tahun kalender Desember 2019 menunjukkan seluruh ibukota provinsi di Pulau Jawa mengalami inflasi. Inflasi tahun kalender ibukota provinsi di Pulau Jawa tertinggi terjadi di DKI Jakarta sebesar 3,23 persen. Diikuti Serang sebesar 3,06 persen, Semarang sebesar 2,93 persen, Bandung sebesar 2,78 persen, Yogyakarta sebesar 2,77 persen, dan Surabaya sebesar 2,21 persen. (kominfo/kj6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.