Cuaca Buruk, Petani Tembakau di Jember Kesulitan Keringkan Daun Panen

oleh -626 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jember – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir membuat petani tembakau kesulitan mengeringkan daun tembakaunya. Kondisi cuaca yang tidak menentu itu berdampak langsung terhadap kualitas hasil panen, bahkan sebagian tanaman mengalami kerusakan.

Salah seorang petani tembakau di Desa Wringintelu, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Agus Santoso, mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat proses pengeringan daun tembakau di gudang menjadi terhambat.

“Sering hujan membuat daun tembakau sulit kering. Banyak daun yang akhirnya rontok dari atas gudang maupun dari jemuran,” ujar Agus, Kamis (13/11/2025).

Proses Pengeringan Terganggu

Menurut Agus, dalam kondisi normal, daun tembakau jenis Na Oogst biasanya dikeringkan di dalam gudang dengan cara digantung di bagian atas, sementara bagian bawah dilakukan pembakaran atau pengasapan ringan untuk membantu proses pengeringan dan memperbaiki warna daun.

Namun, dengan intensitas hujan yang tinggi, suhu udara di sekitar gudang menjadi lembap sehingga daun tembakau sulit kering sempurna. Akibatnya, banyak daun yang membusuk atau rontok sebelum siap dijual.

“Biasanya dalam beberapa hari daun sudah kering dan bisa diturunkan, tapi sekarang sudah berhari-hari belum juga kering. Kalau dibiarkan terlalu lama, kualitasnya turun,” tambahnya.

Tanaman Tembakau Juga Terendam

Selain kesulitan pada proses pengeringan, para petani di sejumlah wilayah Jember juga menghadapi persoalan di lahan pertanian. Banyak tanaman tembakau yang terendam banjir akibat curah hujan tinggi, sehingga daun menguning dan batang membusuk.

“Banyak tembakau yang mati di sawah karena tergenang air. Kami rugi besar karena biaya tanam dan perawatan sudah tinggi,” keluh Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan hektare lahan tembakau di Jember terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan kabupaten tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memperburuk situasi para petani menjelang akhir musim tanam.

Baca Juga :  Muswil Dekopin Jatim 2025, Koperasi Didorong Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Dengan situasi cuaca yang tidak menentu, para petani berharap ada dukungan dan solusi dari pemerintah daerah agar hasil panen tembakau tetap bisa diselamatkan dan kerugian dapat diminimalkan.(gih)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.