Cookies dan Tulisan Itu Serenyah Perasaan

oleh -1038 Dilihat

Foto: Tqi

KILASJATIM.COM, Malang – Membuat kue sama dengan merajut benang atau merangkai kata diatas monitor. Jika hati tak enak tulisan berantakan, tak beraturan. Pun adonan kue saya hari ini.

Entah apa yang merasuki ingatan. Adonan kue yang harusnya hanya menggunakan kuning telur. Tanpa berpikir saya campur semua berikut putihnya. Diaduk menjadi satu, memang demikian biasa saya membuat. Tanpa mixer hanya dengan spatula hingga tercampur sebelum ditimbang menuju loyang.

Moster cookies atau kue moster, buatan saya biasanya bagian luarnya renyah dan tengahnya empuk, bukan ayem. Kali ini benar-benar jadi monster. Keras luar dalam.

Lebih parah, dua loyang pertama pemanggangan mengalami over cook. Alias terlalu matang, gosong bahasa umumnya.

“Ini bukan over cook, tapi burnt, ” kata Bulan yang mencomot kue berwarna merah dari atas loyang, Kamis (30/5/2024)

Entah apa yang terjadi hari ini. Isi kepala saya sedang bercabang-cabang. Seperti pohon angsana tua dekat rumah, rimbun. Meninggal kan kesan teduh menyenangkan.

Tapi saya bukan pohon angsana. Saya belum bisa mengurai persatu isi kepala yang bersahutan, terutama akan ingatan masa lalu. Tentang pelajaran menulis.

Siapa yang membentuk saya menjadi penulis. Hingga orang-orang sekitar melebeli saya sebagai penulis. Ya, sebutan yang menjadi keren akhir-akhir ini. Terlebih ketika Kemendikbud, memasukkan sastra dalam kurikulum. Sekali pun data yang mereka sajikan kurang akurat. Hingga menjadi polemik dan pembicaraan hangat di sana-sini.

Lebel penulis, sedang memenuhi kepala saya. Turut membuat adonan kue di hadapan ini menjadi korban keteledoran.

Resep kue pun ditulis, oleh penulis resep. Harusnya kita tinggal membaca bahan apa saja yang diperlukan. Tetapi saya manusia yang kurang teliti membaca resep, jadilah monster cookies, lebih renyah. Lebih cocok dinikmati manusia-manusia muda, bergigi sehat. Hingga tak perlu khawatir rompal dalam setiap gigitan.

Baca Juga :  Gandeng PT Pos Indonesia, Bobobox Hotel Capsul Hadir di Malang

Apa tulisan ini pun demikian. Menjadi lebih renyah dibaca. Selamat menikmati kopi, teh dan cookies kalian. (tqi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.